GAYA HIDUP Manhwa Populer Solo Leveling Kembali dengan Side Story tentang Romansa Sung Jin Woo dan Cha Hae In
DKYLB.COM - Setahun setelah Solo Leveling tamat pada Januari 2022, pecinta Solo Leveling akhirnya bisa kembali menikmati manhwa terbaik asal Korea Selatan ini.
Solo Leveling: Side Story diluncurkan pada 20 Januari 2023 dan mendapat pemberitaan yang masif di seluruh dunia: dibaca 14,3 miliar kali.
Ilustrasinya digarap para murid dan kolega Jang Sung Rak (alias Dubu), ilustrator utama Solo Leveling yang meninggal pada Juli 2022 sehingga kualitas gambarnya tidak berbeda dengan cerita utama.
Yang mungkin berbeda adalah ceritanya yang kini digarap Hyun Gun, mengadaptasi cerita asli karya Chu Gong.
Saat ini Side Story sudah mencapai episode ke-8. Dan pada episode ke-8, cerita didominasi sudut pandang Igris, ksatria maut yang merupakan andalan utama Jin Woo setelah sang panglima semut, Beru.
Di edisi ini juga diceritakan ihwal Dunia Bayangan, kastil tempat tinggal para pasukan bayangan serta interaksi para komandannya.
Meski di edisi ke-5 ada pertempuran antara pasukan bayangan Jin Woo dengan para titan (yang dengan mudah dimenangkan pasuka Jin Woo), cerita Side Story tampaknya akan fokus pada orang-orang dekat Sung Jin Woo, seperti Woo Jin Chul (teman Jin Woo yang merupakan petinggi Asosiasi Hunter Korea), Iron (Kim Chul, ksatria arogan yang berusaha membunuh Jin Woo namun akhirnya menjadi salah satu kstaria bayangan Jin Woo), dan tentu saja Cha Hae In.
Kisah Cha Hae In adalah kisah romansa Jin Woo yang tak sempat berlanjut karena Chu Gong benar-benar fokus kepada cerita pertarungan para Monarch.
Di Side Story ini, Hyun Gun tampaknya berusaha menuntaskan keinginan para pecinta Sung Jin Woo terhadap kisah dua hunter ranking S itu.
Di Side Story ini, Jin Woo kembali memulai pendekatan terhadap Hae In dan mereka berdua semakin dekat bak sepasang kekasih.
Side Story ini diambil dari novel Solo Leveling yang memuat 22 side story dan 6 after story (yang ini sudah dimasukkan ke edisi terakhir: episode 179).
Jika merujuk web novelnya, Side Story ini kemungkinan akan berakhir di episode belasan setelah Hae In menikah dengan Jin Woo dan memiliki anak lelaki bernama Sung Suho.
Apakah ada kemungkinan Side Story ini mengembangkan cerita baru petualangan Sung Jin Woo dan pasukan bayangannya? Kemungkinannya kecil.
Alasan pertama, Side Story memang sudah ada di web novel dan cerita yang ada sekarang dinamai "Side Story" menunjukkan tidak ada rencana besar membuat cerita baru.
Alasan kedua, alur cerita gubahan Chu Gong sudah sangat solid dan sulit dibelokkan ke cerita lain.
Para pembaca manhwa mencintai Solo Leveling karena skenarionya yang dahsat didukung dengan gambar yang super keren.
Apakah Anda ingat, seperti apa sebetulnya jalan cerita Solo Leveling?
Sebagai selingan untuk Side Story, simak sinopsis cerita Solo Leveling ini.
Cerita Utama Solo Leveling
The Absolute Being, penguasa jagat raya, menciptakan 8 Ruler dari cahaya dan 8 Monarch dari kegelapan.
Ruler mencintai perdamaian dan menjadi pelindung dunia; Monarch menyukai kehancuran.
Keduanya selalu berperang dan menjadi hiburan bagi The Absolute Being.
Ruler yang kemudian mengetahui skenario ini kemudian memberontak terhadap The Absolute Being.
Ashborn merupakan Ruler terkuat berjulukan The Greatest Fragment of Brilliant Light merupakan pendukung setia The Absolute Being dan berusaha melawan Ruler lain.
Ashborn sekarat setelah kalah karena dikeroyok Ruler. Di ujung ajalnya, ia medapatkan kekuatan yang disembunyikan The Absolute Being di dalam dirinya: Ashborn menjadi necromancer, Raja Kematian yang mampu membuat pasukan bayangan dari ksatria yang dibunuhnya.
Sementara itu, setelah membunuh The Absolute Being, para Ruler berhasil mendesak para Monarch dan menangkap Legia, Raja Para Raksasa.
Ashborn merasa perlu membantu Monarch untuk menaklukkan para Ruler yang sudah mengkhianati The Absolute Being: ia kemudian bergabung dengan Monarch dan disebut sebagai Shadow Monarch.
Dengan bergabungnya Ashborn, ada total 9 Monarch:
Antares: The Monarch of Destruction, the King of Dragons
Ashborn: The Monarch of Shadows, the King of the Dead
Baran: The Monarch of White Flames, the King of Demons
Beast Monarch: The King of Beasts
Frost Monarch: The King of Snow Folk
Steel Body Monarch: The King of Monstrous Humanoids
Legia: The Monarch of the Beginning, the King of Giants
Querehsha: The Monarch of Plagues, the Queen of Insects
Yogumunt: The Monarch of Transfiguration, the King of Demonic Spectres
Kehadiran Ashborn membuat pertarungan Ruler dan Monarch menjadi seimbang.
Bukan hanya Ruler, para Monarch terutama Antares, juga takut dengan kekuatan Ashborn. Antares yang merupakan Monarch terkuat, menyuruh Beast dan Baran membunuh Ashborn.
Pengkhianatan itu gagal dan Baran malah terbunuh sementara Beast melarikan diri.
Meski Ashborn dan Antares tetap bersama mencari dunia baru untuk kembali membangun kekuatan, hubungan mereka tidak harmonis lagi.
Para Monarch menemukan bumi sebagai tempat yang cocok untuk membangun kekuatan untuk melawan Ruler.
Ruler yang mengetahui rencana itu segera "melatih" manusia-manusia yang terpilih sebagai hunter dengan membuka portal antardimensi yang menjadi pintu masuk para monster.
Para Ruler menjadikan para hunter terbaik sebagai vessel atau wakil mereka untuk mengelola bumi. Mereka antara lain Christipher Reed, Jonas, Liu Zhigang dan Go Gun Hee.
Dengan metode ini, para Ruler berharap penduduk bumi tidak akan punah seluruhnya ketika para Monarch menyerang.
Ini adalah metode terbaik yang mereka pilih setelah para ruler berulangkali memutar roda waktu dengan Cup of Reincarnation.
Setiap kali bumi hancur, mereka memutar waktu kembali ke 10 tahun sebelumnya untuk mencoba melindungi bumi dari kehancuran akibat serangan pasukan Monarch.
Ashborn yang sebenarnya sudah muak dengan peperangan dan tidak harmonis dengan para Monarch juga berusaha mencari hunter sebagai vessel-nya.
Monarch lain juga memiliki vessel di bumi, salah satunya adalah Baruka, Raja Elf Es yang merupakan vessel dari Frost Monarch.
Vessel bagi Ashborn dan Antares, haruslah manusia terpilih yang mampu menampung kekuatan mahadahsat mereka.
Untuk itu, Ashborn menugaskan penyihir berjuluk Architect untuk membuat "Sistem" yang menguji para hunter dan mendapatkan kandidat terbaik.
Ujian itu muncul di awal cerita Solo Leveling: episode 6-10. Ini merupakan episode yang cukup epik dimana Jin Woo "diuji" melawan patung raksasa dan akhirnya mati, ia mengorbankan dirinya agar para hunter yang lain bisa selamat.
Sung Jin Woo menjadi kandidat yang dipilih Ashborn, meskipun Architect tidak menyetujuinya.
Ia menjadi vessel Ashborn kemudian berlatih meningkatkan kekuatannya dalam Sistem yang dibuat Architect khusus untuknya (Jin Woo satu-satunya hunter yang berlatih untuk naik level alias "Solo Leveling").
Skenario awal, saat tubuh Jin Woo sudah mampu beradaptasi dengan kekuatan kematian (necromancer), Ashborn akan mengambil alih tubuh Jin Woo seutuhnya dan membuang jiwanya.
Alih-alih menguasai tubuh Jin Woo, Ashborn justru memberikan Jin Woo seluruh kekuatannya. Jin Woo menjadi Shadow Monarch kedua, bukan lagi sekadar vessel.
Transformasi Jin Woo menjadi Shadow Monarch terjadi saat ia mati (untuk kedua kalinya setelah yang pertama terjadi di episode 10) di episode 161.
Jin Woo diserang Monarch of Frost, Monarch of Beast, dan Monarch of Plagues (the Queen of Insects): ia bisa membunuh Monarch of Plagues namun ia terbunuh oleh cakar Beast dan tikaman Frost.
Saat itulah, Ashborn mendatangi Jin Woo dan memberikan kekuatannya. Beast dan Frost sama sekali tidak bisa melawan Shadow Monarch dan akhirnya terbunuh.
Antares yang mengetahui bahwa Shadow Monarch telah mengkhianatinya kemudian melancarkan serangan besar-besaran ke bumi untuk menghabisi Shadow Monarch yang baru. Ia dibantu Steel Body Monarch dan Yogumunt, The Monarch of Transfiguration.
Sebaliknya, Jin Woo sendiri sudah memiliki strategi. Ia membawa Antares ke pulau terpencil, terpisah dari Steel Body Monarch dan Yogumunt.
Beru, Bellion, dan Thomas Andre bersama pasukan bayangan menaklukkan Steel Body Monarch dan Yogumunt; sementara Jin Woo membunuh Antares dengan bantuan para Ruler di sebuah pulau terpencil.
Pertempuran epik ini terjadi hanya dalam 3 episode: 174-177. (Bandingkan dengan manhwa lain yang mengulur-ulur waktu dengan berlama-lama di pertarungan tak penting: pembaca Memoir King of The War pasti mengerti soal ini).
Kemenangan ini merupakan hasil terbaik yang didapat Ruler setelah berulang kali memutar balik waktu dengan Cup of Reincarnation.
Ruler ingin meneruskan lini waktu dengan kemenangan ini, namun Jin Woo yang menyesali jatuhnya banyak korban akibat serangan para Monarch, meminta Ruler memutar ulang waktu ke 10 tahun silam.
Jin Woo akhirnya kembali ke 10 tahun sebelumnya dimana bumi masih damai dan portal-portal belum muncul.
Kekuatan necromancer dan memori Jin Woo tentang perang melawan para Monarch tetap utuh, sebaliknya para Monarch juga kembali hidup dengan kekuatannya, kecuali Baran yang telah dibunuh Ashborn beberapa ratus tahun sebelumnya.
Butuh waktu 27 tahun bagi Jin Woo untuk membangun ulang pasukan bayangannya dan menghabisi para Monarch di dimensinya masing-masing (hanya 2 tahun waktu di bumi).
Jika jagat raya awalnya dikuasai 8 Ruler dan 8 Monarch, sekarang hanya ada 8 Ruler dan 1 Monarch.
Sampai di sini, cerita utama sudah berakhir dengan bagus. Tidak perlu ada tambahan cerita lagi.

