X

GAYA HIDUP Banjir Air Mata dan PHK di Semua Kementerian hingga Dinas Dampak Efisiensi Anggaran Saat Prabowo Jor-joran Angkat Stafsus termasuk Deddy Corbuzier

12 Februari 2025 08:33 | Oleh Tim DKYLB 01

DKYLB.com, Rabu (12/2/2025) - Raffi Ahmad, Hasan Nasbi, Budi Arie, Pratikno, sampai Deddy Corbuzier mendapatkan jabatan mentereng dengan fasilitas gaji dan mobil dinas yang menggerus anggaran negara.

Akibatnya gelombang PHK terjadi di mana-mana, derai air mata sampai kematian tidak membuat Presiden Prabowo Subianto peduli atau terketuk hatinya.

Baca Juga: Klasemen lengkap liga Champion sampai pekan tujuh dan menyisakan satu laga terakhir

Padahal gelombang pemecatan tenaga kontrak yang jumlahnya terlalu banyak itu memang tidak bisa diobati dengan rencana makan gratis yang tidak bisa menggantikan profesi yang dihapuskan.

Ternyata sejumlah vendor juga belum dibayar, sehingga mereka jera untuk tetap menyediakan makan gratis, yang dianggap tidak sesuai dengan rencana semula bahkan dikritik banyak pihak.

Presiden Prabowo Subianto lebih suka melantik jajaran buzzer untuk menjadi pejabat mulai Deddy Corbuzier yang mengamuk ke anak kecil karena mengaku makan gratisnya tidak enak sampai Hasan Nasbi yang menyebarkan kebencian bahkan rasisme terhadap Prabowo Subianto dengan akunnya di media sosial sejak 2014.

Barangkali Presiden Prabowo Subianto tidak mau tahu kebijakannya mengangkat banyak buzzer sebagai pejabat tinggi telah berdampak sangat mengerikan.

Banyak tenaga kerja yang bekerja secara honorer jumlahnya bukan hanya puluhan, tapi ribuan tenaga kerja bahkan ratusan ribu orang.

Mereka tidak digaji sebagaimana layaknya PNS, tapi tenaga mereka sangat dibutuhkan.

Tangis dan air mata diwakili seorang ibu akibat gelombang PHK di berbagai sektor kementerian, dinas, sampai ke sisi pegawai honorer seperti OB dan tukang kebun semua dihabisi dan dipecat.

Mereka tidak bisa lagi menatap hari esok dengan ceria saat Prabowo Subianto lebih suka menyindir fufufafa sampai Hasan Nasbi yang menggunakan akun Tukang Sayur dan Tukang Bubur di media sosial untuk memaki Prabowo Subianto dengan kata-kata yang sangat tidak pantas.

Setelah heboh akun yang diduga milik Gibran Rakabuming Raka, fufufafa.

Kalangan netizen bongkar akun Hasan Nasbi lebih parah dari Fufufafa.

Adapun akun yang dituding milik Hasan Nasbi selaku Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia berisikan cacian pada Presiden Prabowo Subianto.

Diketahui akun tersebut adalah @datuakrajoangek yang dituding oleh netizen adalah milik Hasan Nasbi.

Adapun akun @datuakrajoangek memiliki nama Tukang Sayur dengan profil picture Hasan Nasbi, di mana postingannya tanggal pada 31 Oktober 2014 lalu, akun itu diduga sudah dilenyapkan dan tetap bisa ditelusuri jejaknya dengan nama Tukang Sayur.

Netizen juga menyinggung adanya perbedaan antara pernyataan Hasan Nasbi dengan Sufmi Dasco Ahmad selaku Ketua Harian DPP Partai Gerindra tentang permasalahan LPG 3 kg beberapa waktu lalu.

Hasan Nasbi dalam sebuah pernyataanya mengungkapkan bahwa kebijakan aturan larangan penjualan LPG 3 kg ke pengecer didukung oleh pihak istana.

Sedangkan Dasco menyebutkan jika kebijakan tersebut bukanlah kebijakan Prabowo.

Terang saja kabar akun @datuakrajoangek ini mendapatkan respon dari netizen yang menyebutkan adanya penghiatan di kabinet Prabowo.

“Ternyata di lingkaran kabinet presiden pak prabowo sekarang banyak pengkhianat dan orang2 yg dulu mencela Beliau,” tulis salah satu akun di X.

“Mereka membawa misi lain.,mereka orang yg tidak ada harga diri n tid tau malu mental pecundang dan penjilat. Pak presiden harus hati2 dan bila perlu pecat semua,” tambah akun ini.

Tangis dan air mata diwakili seorang ibu akibat gelombang PHK di berbagai sektor kementerian, dinas, sampai ke sisi pegawai honorer seperti OB dan tukang kebun semua dihabisi.

Hasan Nasbi malah cengar cengir saat ditegur hakim MK karena bersikap tidak sopan dan sangat kurang ajar.

Dia melecehkan persidangan dan hakim MK dengan perilakunya yang bisa dilihat videonya yang masih ada di MK dan media sosial lainnya.

Sangat mencengangkan dan bikin semua rakyat terkejut karena PHK massal dilakukan Prabowo Subianto secara serentak saat Prabowo Subianto mempersembahkan jabatan tinggi untuk Deddy Corbuzier.

Pelantikan Deddy Corbuzier juga menggunakan anggaran negara yang di antaranya diambil dari anggaran yang awalnya digunakan untuk membayar gaji sopir, OB, dan semua tenaga kontrak di sektor administrasi sampai dengan kreatif di kementerian dan seluruh departemen bahkan dikabarkan juga melanda dinas di pemerintah kota, kabupaten, sampai provinsi.

Apalagi banyak juga pejabat yang sebenarnya tidak mempunyai kemampuan dan keahlian bahkan menggunakan ijazah palsu, sertifikat palsu seperti akun Kang Dede yang mengaku alumnus Unhas ternyata tidak pernah kuliah di sana.


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh