GAYA HIDUP Dahsyatnya tragedi kebakaran yang melanda Kemayoran dan Glodok masih terasa mengerikan dan traumatis
DKYLB.com, Kamis (23/1/2024) - Kebakaran yang melanda kawasan Kemayoran demikian dahsyat.
Peristiwa itu mengakibatkan kalangan warga kehilangan barang berharga selain tempat tinggal mereka.
Tampak sejumlah warga yang menjadi korban kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat, mengais sisa-sisa barang yang masih bisa dimanfaatkan seperti besi, tembaga, dan perabotan yang masih laku dijual.
Barangkali sudah sulit menemukan lagi barang berharga karena hampir semuanya sudah terbakar sedikitnya rusak dan menjadi tidak berharga lagi.
Warga yang menjadi korban kebakaran di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa hampir seluruh barang berharga yang dimiliki hangus terbakar.
Kini warga hanya bisa mengambil besi, dan seng bekas rumahnya yang masih laku dijual.
"Semuanya hangus tinggal ini saja sisa kebakaran yang mungkin bisa dijual," katanya.
Ia mengaku, hanya bisa menyelamatkan sepeda motor saja, sedangkan yang lainnya tidak bisa terselamatkan dan hangus terbakar.
Senada dengan itu, warga lainnya juga tampak sedang menggali abu untuk mencari tiga cincin yang tidak sempat dibawa ketika peristiwa kebakaran Selasa dini hari menghanguskan 500 lebih rumah itu.
"Sedang mencari cincin."
"Semoga masih rezeki," kata dia.
Bukan hanya mereka berdua, tetapi sejumlah warga yang rumahnya hangus terbakar sebagian besar mencari puing-puing yang laku dijual.
Bahkan pada waktu yang sama para pengepul barang bekas pun ramai-ramai membeli sisa barang bekas para korban kebakaran.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat mendirikan sejumlah tenda bagi para pengungsi akibat kebakaran permukiman padat penduduk di Kemayoran, yang menghanguskan 500 lebih rumah.
"Kami sedang mempersiapkan segala bentuk pelayanan kepada korban," Wali Kota Jakarta Pusat Arifin.
Menurut dia, saat ini petugas dari TNI, Polri, BPBD, Sudinsos, dan lainnya sedang mendirikan tenda darurat pada ruas jalan di sekitar lokasi terjadinya kebakaran.
Arifin menyatakan belum dapat memastikan sampai kapan para korban ditempatkan di tenda pengungsian, yang jelas untuk sementara mereka bisa berteduh terlebih dahulu, demikian dilansir Antara.
Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, Selasa dini hari.
Sedikitnya, dilaporkan Antara, sejumlah 543 rumah ludes terbakar.
Seorang warga mengaku, sebelum kebakaran terjadi sempat melihat 2 pria tak dikenal masuk ke permukiman warga membawa jeriken.
Meski demikian, spekulasi terkait ada yang sengaja membakar kawasan Kemayoran ini masih belum bisa dipertanggungjawabkan.
Belum ada keterangan bahwa peristiwa yang terjadi karena sengaja dibakar seperti desas desus yang disemburkan sebagian warga.
Sebelumnya kebakaran melanda kawasan Glodok yang memicu duka nestapa dari kalangan korban bahkan saking tragisnya, peliput di Glodok sampai menangis karena tidak bisa menahan air mata kesedihannya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa peristiwa kebakaran itu memang sangat menyedihkan.
Belum ada keterangan bahwa peristiwa yang terjadi karena sengaja dibakar seperti desas desus yang disemburkan sebagian warga.
Warga yang tidak bisa merasakan kesedihan yang dialami oleh kalangan korban karena memang mereka tidak menjadi korban seperti dirasakan para korban.
Apalagi yang sampai kehilangan orang yang dicintainya karena menjadi korban tewas di peristiwa kebakaran yang melanda kawasan Glodok itu.

