GAYA HIDUP Tren Hidroponik di Perkotaan: Solusi Pertanian Berkelanjutan
DKLYB.com, Kamis (02/01/2025), Jakarta – Hidroponik, metode bertani tanpa tanah, kini menjadi solusi bagi masyarakat perkotaan yang menghadapi keterbatasan lahan. Tren ini semakin diminati, terutama setelah pandemi yang mendorong orang untuk lebih mandiri dalam kebutuhan pangan.
Amelia Kartika (35), seorang ibu rumah tangga di Jakarta Selatan, mulai menanam sayuran hidroponik di teras rumahnya sejak 2020. Kini, ia mampu memproduksi kangkung, bayam, dan selada yang tidak hanya cukup untuk kebutuhan keluarganya, tetapi juga menghasilkan pendapatan tambahan. “Awalnya hanya untuk iseng.
Baca Juga: Peran Komunitas Lokal dalam Menyelamatkan Terumbu Karang Indonesia
Tapi setelah beberapa kali panen, saya mulai menjual hasilnya kepada tetangga. Hasilnya lumayan, bisa menambah penghasilan keluarga,” ungkapnya.
Keunggulan Hidroponik:
- Efisiensi Air: Metode ini menggunakan 90% lebih sedikit air dibandingkan pertanian konvensional.
- Kualitas Hasil Panen: Tanaman tumbuh lebih cepat dan bebas pestisida.
Pemerintah DKI Jakarta mendukung tren ini melalui program “Urban Farming 2025,” yang bertujuan untuk melatih 5.000 warga di bidang pertanian hidroponik. Selain itu, program ini menyediakan alat seperti pipa PVC dan pompa air untuk memulai.
“Kami ingin memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor,” kata Gubernur Heru Budi Hartono.
Namun, beberapa tantangan masih ada, seperti tingginya biaya awal untuk instalasi hidroponik dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang cara merawat tanaman ini.
Pakar pertanian Dr. Rina Setiawati mengungkapkan, “Edukasi dan insentif lebih diperlukan agar hidroponik bisa diadopsi oleh lebih banyak orang.”
Dengan dukungan pemerintah dan kesadaran masyarakat yang terus meningkat, hidroponik berpotensi menjadi solusi jangka panjang untuk tantangan pangan di perkotaan.
(Kevin Zulfian Bay)

