X

GAYA HIDUP Real Madrid Seharusnya Menang dan Meraup Tiga Angka Hanya Wasit Membatalkan Gol Bellingham di Menit Akhir dan Mengganjar Pemain Inggris Kartu Merah

03 Maret 2024 11:20 | Oleh Tim DKYLB 01

DKYLB.com, Ahad (3/3/2024) - Tensi panas yang melibatkan Real Madrid dan sejumlah lawannya di La Liga semakin meningkat.

Apalagi Real Madrid mengalami perampokan angka yang secara sadar dilakukan wasit.

Baca Juga: Happy Weekend! Tren Kuliner Terkini, Eksplorasi Nikmat di Cafe Warung Cuci Mulut Depok

Pertandingan besar yang menghadapkan Real Madrid dan Valencia dinodai dengan buruknya kinerja wasit.

Bahkan, selain menggagalkan kemenangan Real Madrid, mereka juga menderita kerugian karen bintang mereka, Jude Bellingham diganjar kartu merah.

Hal itu dilakukan wasit tidak lama setelah dia meniup peluit tanda pertandingan berakhir padahal kala itu bola ada untuk Real Madrid yang menekan Valencia sebelum pertandingan berakhir.

Meski demikian, Real Madrid tidak mengendurkan serangan mereka dan menghabisi Valencia di menit akhir.

Masalahnya, sedetik sebelum gol itu ditanduk oleh Jude Bellingham, wasit langsung meniup peluit dengan alasan waktu sudah habis.

Baca Juga: Menghiasi Majalah Marie Claire Korea! Hanni NewJeans Memukau dalam Digital Cover Edisi Maret

Tentu saja kejadian ini bisa saja dialami semua klub di berbagai liga sepakbola dunia termasuk yang dialami oleh Real Madrid.

Masalahnya, wasit pada umumnya akan menghentikan pertandingan jika tidak sedang terjadi serangan seperti dilakukan Real Madrid karena bola sedang dikuasai Real Madrid di lini pertahanan akhir Valencia.

Jika bola masih berada di tengah lapangan, semua pihak akan menerima tiupan peluit oleh wasit tersebut.

Akibatnya, kubu Real Madrid merasa mereka sedang dijadikan obyek untuk menerima kekalahan atau hasil seri di pertandingan mereka.

Soalnya, pesaing terdekat mereka, Girona sedang terkapar di sejumlah laga mereka karena hasil imbang atau keok.

Klub yang merupakan kepemilikan yang sama dengan Manchester City dari negara UAE itu memang bertabur uang dan kekuatan itu digunakan untuk memanjakan wasit.

Baca Juga: Kabar Duka Tragedi di Gaza, 112 Warga Sipil Palestina Meninggal Akibat Penembakan Tentara Israel

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti mengecam keputusan wasit yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hal itu merujuk ketika gelandang Jude Bellingham dikartumerah dan terkejut saat mereka akan menuju ruang ganti dari tengah lapangan.

Hadiah kartu merah diberikan wasit setelah peluit akhir yang kontroversial dalam hasil imbang 2-2 La Liga di Valencia.

Pemain Inggris, Jude Bellingham mendapat kartu merah setelah melakukan protes.

Dia sebenarnya hanya bereaksi yang dilakukan setelah wasit, Jesus Gil Manzano meniup peluit itu sesaat sebelum Bellingham mencetak gol kemenangan pada menit ke-99 di Mestalla.

Menit 99 bahkan 100 masih merupakan waktu permainan yang sah.

Misalnya di waktu yang hampir sama, saat pertempuran seru antara Nottingham Forest melawan Liverpool.

Kedudukan masih sama kuat sampai bola yang dilambungkan Mac Allister berhasil disambar Darwin Nunez.

Akibatnya, sebuah gol di detik akhir pertandingan dengan perpanjangan waktu delapan menit mampu menyudahi perlawanan sengit Nottingham Forest yang sering menyulitkan sejumlah tim papan atas.

Apalagi klub ini sedang berjuang keras agar mereka terhindar dari zona degradasi.

Manzano menyala, yang terjadi saat Brahim Diaz memberikan assistnya.

Para pemain Madrid, pelatih dan pemain pengganti membanjiri lapangan untuk memrotes keras wasit apalagi Jude Bellingham mendapat kartu merah selain gol yang dilesakkan secara mematikan itu dibatalkan wasit.

Wasit Spanyol Jesus Gil Manzano dikerumuni oleh sejumlah pemain Madrid dan Valencia.

“Saya pikir apa yang baru saja terjadi belum pernah terjadi sebelumnya."

"Itu tidak pernah terjadi pada saya,” kata Ancelotti kepada wartawan.

“Kami menguasai bola dan pertandingan seharusnya selesai, saat Valencia menguasai bola."

“Yang mengganggu kami adalah kartu merah untuk Bellingham karena dia tidak mengatakan hal yang menghina."

"Dia frustrasi tentu saja,” kata Ancelotti.

 

Bellingham dilaporkan berkata:

“Ini adalah gol yang luar biasa, bola ada di udara."

"Apa itu?” kata dia keheranan.

Pembenaran Wasit yang Konyol

Namun anehnya, kemudian muncul rekaman yang menunjukkan wasit melakukan hal yang sama di penghujung babak pertama.

Dia meniup peluit, saat Valencia menyerang dalam posisi yang menjanjikan.

Wasit Spanyol Jesus Gil Manzano dikerumuni sejumlah pemain karena putusan yang sangat tidak adil.

Tensi pertandingan yang sangat tinggi menunjukkan persaingan di La Liga memang sangat menguras emosi, pikiran, dan tenaga.

Hasil imbang kedua Madrid dalam tiga pertandingan liga membuat juara Spanyol 35 kali itu unggul tujuh poin dari tim urutan kedua, Girona, yang akan bertandang ke Mallorca pada hari Minggu.

Girona adalah tim baru yang mendadak tampil impresif karena mendapatkan suntikan dana besar-besaran dari bos UAE, yang juga menguasai kepemilikan Manchester City.

Cara kedua tim itu adalah sama-sama menebar uang khususnya untuk panitia dan wasit bahkan mereka sering diundang untuk dimanjakan di UAE dengan proyek-proyek pertandingan di negara kecil yang kaya raya itu.

Pada hari Rabu, pasukan Ancelotti menyambut RB Leipzig di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, dengan keunggulan agregat 1-0.

Tuan rumah di Spanyol tengah memimpin 2-0 setelah pertandingan baru berjalan setengah jam ketika striker Hugo Duro dan Roman Yaremchuk pantas membawa Valencia unggul.

Reaksi Real Madrid terjadi lima menit memasuki masa tambahan waktu babak pertama melalui gol pertama Vinicius Junior.

Penyerang asal Brasil itu kemudian menyamakan kedudukan saat waktu bermain tersisa 14 menit.

 

Pertandingan tersebut menandai kembalinya dia ke tempat di mana dia mengalami pelecehan rasial musim lalu dan Vinicius merayakan kedua gol tersebut dengan gerakan ke arah penonton Valencia, termasuk mengangkat tinjunya ke udara setelah satu upaya.

Vini Jnr juga membuat pernyataan yang kuat terkait dengan skandal yang diderita Real Madrid.

Madrid berusaha mencetak gol kemenangan ketika pemain Valencia Mouctar Diakhaby berusaha menghalaunya tetapi kaki kanannya terjepit di bawah Tchouameni pada menit ke-89. 

Diakhaby dari Guinea harus ditandu keluar lapangan setelah para pemain dari kedua tim tampak terguncang oleh cederanya.

Usai kejadian tersebut, wasit menambah tujuh menit waktu tambahan.

Hampir dua menit berikutnya telah dimainkan ketika Bellingham mengira dia telah mengeklaim tiga poin.

Hasil imbang memberi Girona peluang untuk memangkas defisit menjadi empat poin pada hari Minggu.

Sebelumnya, Real Sociedad yang mengalami perombakan mengalami kekalahan keempat dalam lima pertandingan terakhir mereka dengan kekalahan 3-2 dari Sevilla menjelang leg kedua Liga Champions melawan Paris Saint-Germain.

Kemunduran kedua berturut-turut di La Liga ini membuat tim Basque tersebut diragukan tampil hanya tiga hari sebelum mereka menjamu PSG dengan harapan bisa membalikkan defisit 2-0 pada leg pertama.

Tim Basque dikalahkan oleh striker Maroko Youssef En-Nesyri, yang mencetak dua gol dalam dua menit di awal pertandingan sebelum Sergio Ramos mencetak gol ketiga pada menit ke-65.

Penalti Andre Silva menjelang masa tambahan waktu babak pertama memberi harapan bagi tim tamu, namun gol hiburan Brais Mendez di menit kedua waktu tambahan tidaklah cukup.

Pelatih peringkat ketiga Barcelona Xavi mengatakan pada hari Sabtu bahwa ini adalah “momen kebenaran” bagi timnya yang sedang mencatatkan empat kemenangan liga dari lima pertandingan dengan pertandingan tandang melawan Athletic Bilbao di La Liga dan pertandingan kembali Liga Champions di kandang sendiri.