GAYA HIDUP Alasan Banyak Pemain Bola Profesional Menyukai Tren Menggunakan Kaus Kaki Bolong di Bagian Betis Terungkap Meski Tampil Compang Camping
DKYLB.com, Ahad (31/12/2023) - Tren kaus kaki dibolongi dan memakai sepatu yang nyaman meski sudah gembel itu melanda sejumlah pemain bola profesional di liga utama dunia.
Tren itu juga melanda pemain profesional di Liga Inggris melanjutkan fenomena yang terjadi sejak Piala Dunia di Qatar tahun 2022.
Alasan pesepakbola melubangi kaus kaki sebenarnya adalah untuk mencegah cedera dan ketidaknyamanan.
Jadi, tren kaus kaki bolong bukan tanpa alasan.
Mungkin bikin banyak orang bingung?
Ternyata ini alasannya.
Mari kami jelaskan.
Pesepakbola biasanya diberikan kaus kaki baru tepat sebelum pertandingan.
Oleh karena kaus kaki tersebut masih baru, maka kaus kaki tersebut belum diregangkan seperti yang sudah lama dipakai pemain bola.
Kaus kaki itu bisa mengikat terlalu ketat, sehingga sejumlah pemain bola malah mengalami cedera betis.
Karena sebagian besar pemain memiliki otot betis yang menonjol, kaus kaki baru ini bisa sangat membatasi dan bahkan bisa membuat pesepakbola mengalami kram parah.
Misalnya untuk pemain dengan betis berotot seperti Jack Grealish di Manchester City dan sebelumnya di Aston Villa.
Kram otot adalah sesuatu yang tidak ingin Anda alami saat berada di lapangan untuk ajang Liga Inggris.
Semakin ketat kaus kaki, semakin banyak aliran dan sirkulasi darah yang terhambat, sehingga menyebabkan kram yang menyakitkan.
Ternyata mereka sudah punya solusinya untuk melubangi kaus kaki baru itu.
Jadi, jika lain kali Anda melihat pesepakbola dengan kaus kaki berlubang, Anda bisa berasumsi bahwa mereka mempunyai sepasang betis yang serius.
Mengenakan kaus kaki berlubang sedang menjadi tren di kalangan pesepakbola.
Dengan berlangsungnya Piala Dunia di mana mulai banyak pemain bola melubangi kaus kakinua, dengan cepat menjadi jelas bahwa melubangi kaus kaki adalah tren yang berkembang di seluruh dunia.
Hal itu bukan hanya di Liga Premier.
Gelandang Borussia Dortmund, Jude Bellingham adalah bintang baru di Real Madrid, yang mengenakan 'penampilan', meski itu lebih dari sekadar pilihan fesyen.
Para pesepakbola telah membuat lubang di bagian belakang kaus kaki mereka untuk lebih meregangkan bahan tersebut.
Tiap pasang yang dikenakan biasanya masih baru, artinya karet dan kainnya belum melar secara alami.
Oleh karena itu, kaos kaki dalam beberapa kasus dapat menyebabkan cedera karena jika terlalu ketat maka dapat menyebabkan pemain rentan mengalami kram otot pada betis atau tendon achilles.
Selain itu, pemain juga ingin memastikan bahwa mereka tampil sebaik mungkin dan kaus kaki yang terlalu ketat dapat mencegah hal tersebut.
Tren ini lebih umum terjadi pada mereka yang memiliki otot betis lebih besar, tentu saja, dengan bintang Manchester City, Kyle Walker salah satu orang pertama yang memamerkan kaus kaki cincangnya beberapa musim lalu.
Gareth Bale juga merupakan penggemar amandemen seragam ini, dan membawa konsep tersebut ke luar negeri ke Real Madrid selama berada di sana.
Namun, ada kemungkinan dampak dari tindakan membuat lubang pada kaus kaki, seperti yang diketahui oleh mantan pemain internasional Argentina, Ezequiel Garay.
Saat berada di Valencia, bek tengah tersebut diperintahkan melepas kaus kakinya yang berlubang dan mengenakan kaus kaki baru karena tidak mengikuti "kode berpakaian olahraga".
Namun, merusak perlengkapan praktis menjadi sebuah norma baru dan superstar Prancis, Kylian Mbappe diperkirakan akan tampil melawan Australia pada ajang World Cup dengan kaus kakinya dibobol secara manual.
Pemain internasional Prancis itu akan memperhatikannya di Piala Dunia Qatar setelah berada di Piala Dunia.
Dia segera menjadi berita utama untuk sebagian besar tahap pembukaan musim domestik.
Jika Anda menonton Piala Dunia hari ini, Anda mungkin memperhatikan pilihan fesyen yang dipertanyakan dari para pemain di lapangan.
Ya, lubang besar di bagian belakang kaus kaki mereka.
Namun jika Anda bertanya-tanya mengapa para pesepakbola memilih untuk memotong bagian belakang kaus kaki mereka secara massal, kami ingin memberi tahu bahwa pilihan untuk memotongnya sebenarnya memiliki tujuan praktis.
Jadi tidak, Anda tidak perlu berharap mereka mendapatkan kaus kaki baru yang tidak berlubang.
Tren ini diperkirakan akan semakin mewabah di kalangan pemain bola.
Jadi, teknologi yang ditemukan ini bukan tidak sengaja justru sengaja dipilih para pemain bola modern.

