X

DEPOK Benda Asing Tertelan Masih Sering Terjadi pada Anak-anak

12 Januari 2026 00:23 | Oleh Tim DKYLB 01

Kasus anak menelan benda asing masih kerap terjadi dan menjadi salah satu penyebab kegawatdaruratan yang sering ditangani di fasilitas layanan kesehatan. Benda asing yang tertelan umumnya berupa uang koin, mainan kecil, baterai kancing, dan benda-benda berukuran kecil lainnya yang mudah dijangkau anak.


Tenaga medis menyebutkan, mayoritas kasus terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun. Pada usia tersebut, anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan cenderung memasukkan benda ke dalam mulut tanpa memahami risikonya. Kurangnya pengawasan juga menjadi faktor yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kejadian ini.


Dalam sejumlah kasus, benda asing yang tertelan dapat keluar secara alami melalui saluran pencernaan tanpa menimbulkan masalah serius. Namun, jika benda tersangkut di kerongkongan atau saluran napas, kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti batuk berkepanjangan, nyeri saat menelan, muntah, sesak napas, hingga anak menolak makan dan minum. Situasi tersebut memerlukan penanganan medis segera.


Dokter biasanya melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti rontgen, untuk mengetahui posisi benda asing di dalam tubuh anak. Tindakan medis lanjutan, termasuk endoskopi, dapat dilakukan apabila benda tidak dapat keluar secara alami atau berpotensi membahayakan kesehatan anak.


Pihak medis mengimbau orang tua dan pengasuh untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga lingkungan anak tetap aman dari benda-benda kecil yang berisiko tertelan. Edukasi dini dan pengawasan yang konsisten dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya peran keluarga dalam menjaga keselamatan anak, serta perlunya respons cepat dan tepat ketika terjadi kondisi darurat demi mencegah dampak yang lebih serius.


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh