X

DEPOK Kopi, Kamera, dan Cerita: Wisata Kuliner Mahasiswa di Sudut Kota Depok

11 November 2025 14:29 | Oleh Tim DKYLB 01

Depok, 10 November 2025 — Aroma kopi dan suara musik akustik berpadu di sebuah kafe kecil di kawasan Margonda, Depok. Bagi sebagian mahasiswa Universitas Pancasila, tempat seperti ini bukan sekadar ruang nongkrong, melainkan juga ruang belajar santai dan sarana berjejaring sosial di tengah padatnya rutinitas kuliah.

Kafe-kafe di sepanjang Jalan Margonda kini menjelma menjadi magnet baru bagi mahasiswa dari berbagai fakultas. Tak hanya menyajikan kopi dan makanan ringan, banyak di antaranya mengusung konsep urban lifestyle dengan interior estetik dan suasana nyaman untuk berdiskusi. Salah satu yang menarik perhatian adalah Kopi Kotak, tempat yang memadukan konsep semi-outdoor dan desain industrial minimalis.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, kafe tersebut mulai ramai sejak pukul empat sore hingga malam hari. Mahasiswa tampak asyik berdiskusi sambil membuka laptop, beberapa lainnya memotret minuman untuk diunggah ke media sosial. Suasana yang hangat dan terbuka menjadikan tempat ini sebagai titik temu bagi ide, obrolan, hingga perencanaan proyek kreatif.

Menurut Alfira Fatharani, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila, perkembangan tempat kuliner di sekitar kampus tidak hanya memenuhi kebutuhan hiburan, tetapi juga menjadi ruang komunikasi antar mahasiswa lintas jurusan.

“Sekarang banyak kafe dengan konsep yang mendukung produktivitas. Kami sering ke sini bukan cuma buat nongkrong, tapi juga buat brainstorming ide tugas atau diskusi kelompok,” ujarnya.

Ia menambahkan, desain ruang dan suasana sangat memengaruhi kenyamanan dan kreativitas mahasiswa. “Kalau tempatnya terang, musiknya nggak terlalu keras, kami bisa lebih fokus. Kadang ide-ide bagus justru muncul dari suasana santai seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, Alandra Bestama, mahasiswa Pariwisata Universitas Pancasila, melihat fenomena ini dari sisi pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Margonda punya potensi besar sebagai destinasi wisata kuliner mahasiswa. Kalau dikelola dengan baik, bisa jadi ikon kuliner kampus seperti kawasan Dago di Bandung atau Malioboro di Yogyakarta,” jelasnya.

Alandra juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dan pelaku usaha lokal. “Mahasiswa Pariwisata bisa bantu lewat riset, promosi digital, dan food map lokal. Dengan begitu, kuliner kampus bisa dikenal lebih luas tanpa kehilangan identitas lokal,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, keberadaan kafe dan warung makan di sekitar kampus turut menggerakkan roda usaha kecil. Banyak warga sekitar yang kini menjadi barista, pelayan, hingga pemasok bahan makanan. Namun, tantangan seperti kemacetan dan kurangnya ruang parkir masih menjadi perhatian utama.

Fenomena wisata kuliner mahasiswa di Depok membuktikan bahwa kuliner bukan sekadar urusan rasa. Ia menjadi ruang komunikasi, ekspresi, dan interaksi sosial yang merefleksikan semangat muda kampus: belajar, berjejaring, dan berbagi cerita di antara aroma kopi dan tawa sore.

 

Reporter: Zakiya Aqeela Dewanda
Narasumber: Alfira Fatharani (Ilmu Komunikasi) & Alandra Bestama (Pariwisata)
Lokasi Liputan: Kafe Kotak , Margonda Raya, Depok
Tanggal Liputan: 10 November 2025


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh