DEPOK Eksistensi Café Sebagai Ruang Belajar dan Titik Kumpul Generasi Milenial
UTS PENGANTAR JURNALISTIK
Aroma kopi memenuhi ruangan, diiringi alunan musik yang menenangkan. Di Acces Café & Rawon Sengkel, Jalan Akses UI No. 43, Tugu, Cimanggis, Depok sejumlah mahasiswa tampak asyik mengetik di depan laptop mereka. Sebagian lagi terlihat berdiskusi sambil sesekali menyeruput kopi. Pemandangan ini bukan lagi hal yang asing di kawasan yang dikelilingi berbagai kampus seperti Universitas Pancasila, Gunadarma, dan BSI.
Pukul 21.40 WIB, ketika sebagian besar toko sudah tutup, cafe ini masih beroperasi melayani mahasiswa yang mengejar deadline. Di sudut ruangan, terlihat sekelompok mahasiswa sedang mengerjakan tugas dengan suasana serius dipenuhi buku dan laptop. Inilah wajah cafe modern: multifungsi, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan generasi digital.
Nabila Rizky, barista di Acces Café mengungkapkan alasan mengapa mahasiswa memilih cafe tersebut sebagai tempat belajar. "Dari segi café yang nyaman dan enak buat ngerjain tugas, karena kebetulan café ini menyiapkan stop kontak dan segala macemnya. Suasana juga tenang banget kalau buat ngerjain tugas," jelasnya saat diwawancarai pada Rabu (6/11/2025) malam.
Berdasarkan observasi lapangan yang dilakukan pukul 21.40 hingga 22.15 WIB, meski waktu sudah larut malam, beberapa mahasiswa masih bertahan mengerjakan tugas. Interior yang estetik dengan konsep kalem membuat pengunjung merasa seperti berada di rumah sendiri. Pencahayaan redup dengan musik tenang menciptakan atmosfer yang kondusif untuk belajar.
Tidak hanya dari aspek estetika, cafe ini juga memperhatikan kebutuhan teknis mahasiswa modern. Stop kontak tersedia di hampir setiap meja sebuah keharusan di era digital ini. WiFi dengan kecepatan stabil menjadi investasi penting yang tidak bisa diabaikan. "Kami paham mahasiswa butuh internet yang kencang, makanya kami invest di bandwidth yang proper," tambah Nabila menjelaskan strategi mereka menarik pelanggan.
Nabila menambahkan bahwa mayoritas pengunjung memang datang untuk mengerjakan tugas. "Iya, karena kebanyakan mahasiswa kesini untuk mengerjakan tugas. Tapi disini kita juga menyediakan games-games untuk yang sekedar nongkrong saja," ujarnya. Menu favorit mahasiswa adalah Acces Latte untuk minuman, serta Chicken Sambal Matah dan Chicken Teriyaki untuk makanan semuanya dengan harga yang masih terjangkau di kantong mahasiswa.
Daffa, mahasiswa Universitas Gunadarma yang menjadi pengunjung setia, mengaku lebih sering datang sendirian ke cafe. Mengenai efektivitas mengerjakan tugas di cafe, ia berpendapat hal tersebut tergantung situasi. "Tergantung momentnya, kalau saya sedang rapat online jadi sedikit terganggu karena ada lagu-lagu, jadi biasanya saya mengambil bagian outdoor. Tapi kalau hanya mengerjakan tugas itu aman banget," ungkapnya.
Fasilitas lengkap berupa WiFi gratis dan stop kontak di setiap meja menjadi daya tarik utama. Lokasi strategis yang dekat dengan berbagai kampus membuat Acces Café ramai dikunjungi, terutama pada jam 12.00 siang. Keberadaan area outdoor juga memberikan pilihan bagi mahasiswa yang membutuhkan suasana lebih tenang atau harus melakukan pertemuan daring.
Menu yang ditawarkan pun dirancang khusus menyasar selera dan kantong mahasiswa. Acces Latte yang menjadi best seller dijual dengan harga yang kompetitif, tanpa mengorbankan kualitas rasa. Chicken Sambal Matah dan Chicken Teriyaki sebagai menu makanan favorit juga dibanderol di kisaran 20-30 ribu rupiah harga yang masuk akal untuk ukuran cafe dengan fasilitas lengkap.
Tren "Nugas di cafe" ini turut
mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Banyak usaha cafe bermunculan di sekitar
area kampus, membuka lapangan kerja baru untuk barista, kasir, dan staff dapur.
Ekosistem usaha pendukung seperti supplier bahan baku kopi, bakery, dan jasa
catering juga ikut berkembang. Hal ini memperkuat perekonomian mikro di wilayah
Depok.
Liputan: Bulan Syafitri
Kusuma
NPM: 7024210026
Lokasi: Acces Café &
Rawon Sengkel, Depok
Tanggal: 6 November 2025

