X

DAERAH Aksara Sunda, Peninggalan Daerah Jawa Barat

09 Juli 2023 15:06 | Oleh Tim DKYLB 01

 

DKYLB.com - Minggu (09/07/2023) Bahasa sunda merupakan bahasa daerah yang digunakan didaerah Jawa Barat seperti Bandung, Bogor, Banten, dsb. Bahasa ini sampai sekarang pun masih digunakan oleh masyarakatnya meskipun sudah/sedang berada didaerah lain/merantau.

Pada setiap daerah pengguna bahasa sunda, memiliki perbedaan aksen/ dialek. misalnya seperti, orang bandung yang menggunakan kata “abdi” untuk mengucapkan saya, sedangkan orang Banten menggunakan “aing” untuk mengucapkan saya yang dianggap kasar bagi orang bandung.

Didalam bahasa sunda terdapat aksara sunda. Aksara sunda merupakan standar penulisan/ sistem penulisan bahasa sunda yang sudah digunakan sejak abad ke - 5 Masehi lebih tepatnya pada masa kerajaan Tarumanegara.

Pada masa kolonial Belanda, penggunaan aksara sunda mulai dilarang seiring dengan meluasnya pengaruh kerajaan mataram islam kewilayah Priangan/Sunda (kecuali Cirebon dan Banten) yang didukung juga dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Belanda berkaitan dengan bahasa/aksara aksara resmi yang boleh digunakan di wilayah sunda untuk kegiatan surat menyurat.

Akibat dari munculnya peraturan tersebut menyebabkan terjadinya perubahan pada aksara sunda yang sudah lebih dulu digunakan. Tetapi, pada abad ke - 20 masyarakat berhasil menjadikan aksara sunda sebagai identitas masyarakat sunda kembali.

Aksara sunda terbagi menjadi 3 jenis yaitu aksara sunda kuno, aksara sunda baku, dan cacarakan.

Aksara sunda kuno merupakan aksara pertama yang digunakan untuk penulisan bahasa sunda kuno, yang merupakan serapan dari aksra Pallawa yang telah dimodifikasi bentuknya, contoh dari aksara kuno adalah aksara yang digunakan pada naskah Lontar abad ke – 16.

Kemudian, aksara sunda baku merupakan modifikasi dari aksara sunda kuno yang digunakan dalam penulisan bahasa sunda kontemporer. satu satunya aksara sunda yang masih digunakan sampai saat ini adalah aksara ini

Aksara yang terakhir adalah aksara cacarakan. Cacarakan merupakan sebutan bagi aksara sunda yang merupakan modifikasi dari aksara Jawa Carakan pada masa koloni Belanda sebagai akibat dari peraturan yang dikeluarkan koloni belanda. Akasara ini digunakan untuk menuliskan bahasa sunda dialek Priangan yang berada di wilayah bekas ke - Residenan Priangan dimana pada masa itu keberadaannya sangat membantu para warga untuk berkomunikasi.

Saat ini aksara sunda sudah sangat jarang digunakan. Untuk aksara sunda yang masih dapat kita temukan saat ini adalah aksara sunda baku seperti yang tertulis pada papan penanda nama jalan diberbagai daerah di Jawa Barat serta aksara yang dimuat dalam buku buku pelajaran bahasa sunda di sekolah.

Untuk bahasa sunda kuno atau cacarakan mungkin dapat kita temukan saat ini pada museum museum yang memiliki prasasti bekas peninggalan kerajaan Jawa barat atau yang  ditemukan di wilayah Jawa Barat.

Saat ini Pemerintah Daerah Provinsi (PemProv) Jawa Barat telah menetapkan Perda No.14 tahun 2014 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah guna menjaga aksara sunda dan peninggalan budaya jawa barat lainnya dari kepunahan

(Michelle Anastasia - 7022215009)

Sumber : https://www.goodnewsfromindonesia.id/2023/03/27/mengenal-aksara-sunda-dari-sejarah-hingga-jenisnya-secara-lengkap