X

BEKASI SARAN UNTUK WARUNG MANG KOSIM UNTUK LEBIH MAJU

01 Januari 2024 15:49 | Oleh Tim DKYLB 01

Saya cuman pengamat. Bukan praktisi langsung. Karena kami gerak jualan di bidang lain.

Pilihan lokasinya yang bener-bener safety.

Misalnya di jalanan ramai pinggir jalan besar. Selain interior eksterior menarik sesuai pangsa pasar yang dituju (target market yang diinginkan).

Maksud saya gini. Bandingkan sebuah kedai kopi dengan prediksi traffic daily konsumen yang datang dalam keadaan normal 50 orang per hari. Di lokasi yang biasa-biasa aja. Dalam masa pandemi bisa Bisa berkurang antara 30% hingga 70%. Katakanlah demikian.

Harapannya dengan lokasi yang benar-benar bagus, ditemani peningkatan pelayanan di segi lainnya, ibarat traffic daily dalam keadaan normal bisa 100 orang per hari, jika dalam masa pandemi pada penurunan kunjungan 30% hingga 70% hopefully masih menyisakan beberapa kepala yang masih bisa mengimbangi segala cost yang muncul sehingga masih ada profit yang bisa didapat.

Sahabat saya melakukan diversifikasi produk. Ada produk-produk tertentu yang sengaja diracik agar bisa dinikmati tidak hanya sore/malam hari.

  • Sahabat saya yang sekarang masih kuliah semester 5 di universitas swasta. Dia etnis Tionghoa. Meracik beberapa produk beverages ringan, dengan packing yang bagus, kemudian dijajakan di sosial media, platform jual beli yang mempersilakan jualan food and beverage, serta menggunakan sarana ojek online seperti Go Food dan Grab Food. Selain sebentuk ice Coffee berbalut packing aftersales menarik seperti minuman yang bisa kita beli di mall.
  • Selain jualan juga makanan yang bisa dipesan atau dinikmati dari luar/tidak ditempat langsung. Sebentuk jajanan instan. Perilakunya sama seperti poin sebelumnya. Selain mempersilakan yang ingin mengkonsumsi langsung di tempat/di cafe. Poin penting sih cuman packing after sales-nya dibuat yang menarik. Seperti makanan minuman yang bisa kita beli di mall, yang biasa booth berjajar ituh.

Harapannya dengan diversifikasi produk tersebut turut menambah pintu closing, tidak hanya semata-mata kopi panas di cangkir, namun ada beberapa produk lainnya yang komplementer demi omset yang kontinyu.

Harapannya nggak hanya semata-mata jualan kopi yang bisa menjadi income.

  • Sahabat saya yang jualan kopi, dia juga jualan burung, juga membuka gerai baru di tempat lain tapi berjualan komoditi utama teh (maksudnya menu unggulan nya teh Dan beberapa makanan ringan, meskipun ada juga kopi).
  • Sahabat saya yang Tionghoa masih semester 5 berkuliah melakukan diversifikasi bisnis di mana bisnisnya masih ada korelasi dengan bisnis awal
  1. Berjualan biji kopi. Mengerahkan semua jaringan yang dia miliki. Sambil bekerja sama dengan pembisnis lain yang komoditinya sama. Di packing sedemikian rupa.
  2. Membuka usaha penerimaan biji kopi untuk di "Gilas" menjadi bubuk halus menggunakan mesin custom. Saat ini dia masih memakai alat penggilas yang biasa. Ke depannya dia akan membeli mesin gilas yang harganya ratusan juta. Masih nabung.
  3. Berjualan kopi bubuk juga di mana Dia memberi brand atas nama milik dia sendiri. Selain berjualan kopi bubuk dengan brand milik kawan-kawannya sesama pengusaha kopi dan beverages lainnya.
  4. Berjualan kaos design bekerja sama dengan pihak ketiga. Di mana dia yang menentukan desain serta berjibaku bersama pihak ketiga untuk pemasaran produk tersebut.
  5. Ikut berjualan brand lain. Saat ini yang saya tahu ban motor dengan merek tertentu dimana merek tersebut adalah produksi sendiri milik ayahnya. Memang pengusaha karet sih.

 


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh