BOGOR BPBD Kota Bogor mencatat 340 Bencana Alam Terjadi di Kota Bogor
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Sampai tanggal 14 April 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat total bencana yang terjadi sebanyak 344 kejadian.
Mulai dari angin kencang, pohon tumbang, tanah longsor, banjir lintasan, dan gempa bumi.
Khusus gempa bumi, BPBD mencatat sudah 25 kali terjadi di Kota Bogor.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Hidayatullah mengatakan, semua bencana alam ini tersebar di semua kecamatan.
“Untuk total bencana alam yang terjadi, tersebar di semua kecamatan. Mulai dari Tanah Sareal, sampai Bogor Selatan,” kata Hidayatullah kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (15/4/2025).
Hidayatullah melanjutkan, untuk kecamatan paling banyak ditimpa bencana alam yakni Kecamatan Bogor Selatan.
Termasuk Gempa Bumi yang belum lama ini terjadi dengan kekuatan magnitudo 4,1.
“Totalnya ada 132 kejadian. Urutan keduanya yakni Kecamatan Bogor Barat dengan 66 kejadian,” ujarnya.
Untuk jiwa yang terdampaknya sebanyak 1.426 orang dari 437 KK.
Dari total jiwa yang terdampak, dua orang diantaranya meninggal dunia.
“Untuk yang meninggal dunia berjumlah dua orang. Semuanya pria,” tandasnya.
jabar.jpnn.com, KOTA BOGOR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat ada 340 bencana alam yang terjadi di Kota Hujan selama 1 Januari hingga 14 April 2025. Kepala BPBD Kota Bogor, Hidayatullah mengungkapkan, 340 bencana alam tersebut, yakni angin kencang 40 kejadian, bangunan roboh 69 kejadian, banjir 5 kejadian. "Kemudian, evakuasi hewan 1 kejadian, kebakaran 9 kejadjan, pohon tumbang 81 kejadian, SAR 1 kejadian," katanya.
Selanjutnya, yang terbanyak, yakni tanah longsor dengan 109 kejadian, serta gempa bumi 25 kejadian. Dirinya menerangkan, dari 340 kejadian, ada enam kecamatan yang terdampak. “Kecamatan Bogor Barat ada 66 kejadian, Kecamatan Bogor Selatan 132. Kemudian, Kecamatan Bogor Tengah 36 kejadian, Kecamatan Bogor Timur 21, Kecamatan Bogor Utara 34 dan Kecamatan Tanah Sareal 51 kejadian,” jelasnya.
Akibatnya, ribuan warga terdampak bencana alam tersebut. “Warga yang terdampak yaitu 437 KK atau 1.426 jiwa. Di antaranya 718 pria, dan 708 jiwa wanita,” tuturnya.
(Bulan Syafitri Kusuma)
Sumber:
bogor.tribunnews.com/
jabar.jpnn.com/

