X

BEKASI Viral remaja di Bekasi kabur takut disunat, Damkar turun tangan

08 Januari 2026 18:45 | Oleh Tim DKYLB 01

BEKASI — Seorang remaja berusia 15 tahun di Kabupaten Bekasi menghebohkan warga setelah nekat melarikan diri karena menolak menjalani sunat. Peristiwa ini terjadi pada Senin pagi, 5 Januari 2026, di Kampung Pekopen, Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Jawa Barat.

Remaja bernama Farid tersebut diketahui berulang kali menghindar setiap kali diminta keluarga untuk menjalani sunat. Penolakan Farid dipicu rasa takut yang berlebihan hingga membuat keluarga kewalahan. Berbagai upaya persuasif telah dilakukan, mulai dari bujukan orang tua hingga melibatkan kerabat dekat, namun tidak membuahkan hasil.

Situasi semakin sulit ketika Farid memilih melarikan diri dan bersembunyi di rumah neneknya. Keluarga yang kehabisan cara akhirnya meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Bekasi. Permintaan bantuan ini dilakukan karena salah satu anggota keluarga Farid diketahui bekerja di lingkungan damkar.

Komandan Regu Damkar Kabupaten Bekasi, Hoiru Syahrial, membenarkan pihaknya menerima laporan dari warga terkait kejadian tersebut. Menurut Hoiru, laporan masuk pada pagi hari dan petugas segera mendatangi lokasi.

“Sejak awal memang anaknya menolak disunat. Keluarga sudah mencoba berbagai cara, tapi tidak berhasil,” ujar Hoiru seperti diwartakan detikNews.

Saat petugas tiba di lokasi, kondisi belum kondusif. Farid diketahui mengunci diri di rumah neneknya untuk menghindari proses sunat. Dari rekaman video yang beredar di media sosial, suasana tampak cukup menegangkan. Beberapa petugas damkar terlihat berupaya mendekati Farid yang terus berlari, menangis histeris, dan menolak diajak bicara.

Proses pendekatan berlangsung cukup lama dan penuh drama. Setelah berkoordinasi dengan keluarga, petugas akhirnya diizinkan mendobrak pintu rumah nenek Farid agar dapat menjangkau dan menenangkan remaja tersebut.

“Kemarin si bocah ngumpet di rumah neneknya. Kata keluarganya ‘dobrak saja’, akhirnya kita dobrak. Prosesnya memang dramatis karena anaknya juga ngamuk menolak disunat,” kata Hoiru.

Setelah hampir satu jam didampingi oleh petugas dan keluarga, Farid akhirnya dibawa masuk ke dalam mobil damkar. Meski sempat dipaksa, situasi perlahan mulai terkendali. Remaja tersebut kemudian bersedia dibawa menggunakan armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) menuju lokasi sunat.

Farid selanjutnya dibawa ke seorang mantri sunat di Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Proses sunat selesai dilakukan pada sore hari. Setelah itu, petugas damkar mengantarkan Farid kembali ke rumah keluarganya.

Hoiru menambahkan bahwa biaya sunat telah disiapkan oleh keluarga. Bahkan, pihak mantri sunat memberikan keringanan biaya setelah mengetahui kondisi dan proses panjang yang dialami Farid.

“Untuk pembiayaan sudah disiapkan keluarga. Alhamdulillah dapat potongan karena melihat prosesnya juga,” pungkasnya.

Sumber: google berita (CNA.ID)

Faishal Zhafran

https://www.cna.id/indonesia/viral-trending-remaja-bekasi-farid-lari-menangis-histeris-takut-sunat-damkar-turun-tangan-42901


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh