TERKINI Nelayan Meninggal Korban Tembakan Oknum Polisi di Konawe Selatan Bertambah 1 Orang
DKYLB.COM (27/11/2023) – Setelah sebelumnya Macho (39) meninggal, nelayan Konawe Selatan yang meninggal akibat penembakan oknum polisi bertambah dengan Putra, 16, yang meninggal saat dirawat di RS Bhayangkara Kendari, Minggu (26/11/2023) sekitar pukul 17.20 Wita.
Korban yang mengalami luka tembak pada pinggul bagian kiri sebelum meninggal sempat menjalani operasi di RS Bhayangkara, namun upaya mengeluarkan proyektil peluru oleh tim dokter tidak membuahkan hasil.
Kuasa Hukum nelayan korban penembakan, Ahmad Fairin membenarkan kondisi korban. Dia mengatakan, saat ini korban sedang akan dipulangkan di rumah keluarga di kampung halaman.
"Saya Terima telepon sekitar pukul 17.12 Wita, sekitar 10 menit kemudian, Putra dikabarkan keluarga sudah meninggal," ujar Ahmad Fairin, di RS Bhayangkara, Kendari.
Sebelumnya, salah seorang korban tewas lainnya diketahui bernama Macho (39), nelayan asal Desa Cempedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan ini meninggal karena luka tembak pada bagian dada kanan.
Baca Juga: Gegara Polantas Kejar Warga Sampai Kecelakaan, Ratusan Warga Geruduk Polres Boalemo
Empat orang nelayan menjadi korban penembakan oknum anggota polisi di Konawe Selatan, Jumat (24/11/2023). Penembakan terjadi di Perairan Pulau Cempedak, Desa Cempedak Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan.
Hingga Jumat (24/11/2023) malam, nelayan korban luka-luka, menjalani perawatan di RS Bhayangkara Kendari. Polisi mengawal ketat kondisi korban usai penembakan. Korban luka-luka, dialihkan perawatannya oleh pihak kepolisian dari RS Santa Ana menuju RS Bhayangkara.
Kabid Propam Polda Sulawesi Tenggara Mochammad Soleh mengatakan, pihak Propam Polda Sulawesi Tenggara sudah menahan salah seorang oknum anggota polisi berpangkat Bripka. Polisi tersebut diketahui berinisial AR.
"Untuk saat ini sudah ada yang diamankan Bintara Ditpolairud, diamankan bersama senjata laras panjang jenis Senapan Serbu 15V, " Ujar Kombes M Soleh.
"Satu pucuk senpi laras panjang beserta 1 buah magazen yg berisi 3 butir peluru," lanjut Mochamad Soleh.
Soleh mengatakan, oknum polisi berinisial A, sudah ditahan. Saat ini, dia dalam penempatan khusus dibawah pengawasan Paminal Polda Sulawesi Tenggara.
Dir Polairud Polda Sultra Kombes Pol Faisal Florentinus Napitupulu sempat datang di rumah sakit melihat kondisi kedua korban. Saat dikonfirmasi terkait penembakan, dia membenarkan, keempatnya merupakan para pelaku bom ikan. Menurut Faisal, keempatnya memberikan perlawanan saat petugas mendatangi TKP.
"Saat di TKP terjadi perlawanan, barang bukti sudah kami amankan semua di Polairud," ujar Kombes Faisal.
Hingga malam hari, RS Bhayangkara Kendari dikunjungi keluarga korban. Mereka rencananya akan memulangkan korban menuju kampung halaman menggunakan speedboat dari Pelabuhan Batu Kendari menuju Pulau Cempedak, Desa Cempedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan. (*)

