X

TERKINI Gunung Semeru di Jawa Timur Kembali Erupsi dengan Aktivitas Tinggi

03 Januari 2026 20:26 | Oleh Tim DKYLB 01


Gunung Semeru, yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada awal 2026 dengan serangkaian erupsi yang berlangsung terus menerus. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan pemberitaan media nasional, letusan terbaru terjadi pada Jumat malam, 2 Januari 2026, dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai sekitar 1 kilometer di atas puncak. Status gunung masih berada pada Level III (Siaga) sehingga masyarakat di sekitar harus tetap waspada. 

Menurut data petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, sejak pagi hingga malam hari terjadi lebih dari 15 kali erupsi, dengan kolom abu yang terlihat berwarna putih hingga kelabu dan tersebar ke arah utara. Aktivitas ini terekam di seismograf dengan amplitudo yang bervariasi, menunjukkan lonjakan kegempaan yang menandakan dinamika magma di dalam tubuh gunung yang masih tinggi. 

Sebelumnya juga dilaporkan bahwa pada 1 Januari 2026 Gunung Semeru mengalami beberapa kali letusan dengan kolom abu mencapai sekitar 900 meter di atas puncak, yang mencerminkan fase aktivitas vulkanik yang masih terus berlanjut sejak akhir 2025. PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang sungai Besuk Kobokan hingga radius sekitar 13 kilometer dari pusat erupsi karena masih berpotensi terjadi awan panas dan guguran material vulkanik. 

Aktivitas tinggi Semeru juga pernah memaksa pihak berwenang untuk menaikkan status kewaspadaan beberapa waktu lalu, serta melakukan evakuasi terhadap para pendaki dan warga di daerah rawan bencana. Aktivitas vulkanik Semeru dikenal tidak stabil, dengan sejumlah letusan sebelumnya yang menyebabkan kolom abu tinggi, guguran awan panas, serta evaluasi berkala terhadap area bahaya di lereng gunung. 

Pihak berwenang terus memantau perkembangan secara intensif, sementara warga dan pengunjung gunung diharapkan mematuhi peringatan serta arahan dari PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengurangi risiko dampak dari aktivitas vulkanik ini.