X

TEKNOLOGI Layar TFT untuk Semua: Mengapa Ajazz AK820 Pro Mendadak Jadi Primadona 'Setup' Minimalis di Akhir Tahun 2025

30 Desember 2025 13:14 | Oleh Tim DKYLB 01

JAKARTA – Tahun 2025 di dunia komputer ditutup dengan sebuah tren yang sangat jelas: "Perang Layar". Jika di awal tahun fitur layar LCD atau TFT pada keyboard hanya milik produk kelas flagship seharga jutaan rupiah, di bulan Desember ini, fitur tersebut sudah menjadi standar wajib bagi keyboard entry-level. Di tengah persaingan sengit ini, satu nama mencuat dan berhasil mengacak-acak dominasi pasar: Ajazz AK820 Pro.

Minggu ini, laporan penjualan dari berbagai toko komputer daring (online) di Indonesia menunjukkan lonjakan trafik pencarian untuk kata kunci "Ajazz AK820". Fenomena ini menarik karena Ajazz berhasil memosisikan dirinya sebagai alternatif yang lebih hemat dari Aula S75, namun dengan fitur yang hampir identik: layout 75%, knob volume, dan tentu saja, layar mini yang bisa diganti-ganti gambarnya.

Membawa Fitur "Gimmick" ke Level Rakyat

Daya tarik utama Ajazz AK820 Pro terletak pada keberaniannya membanting harga. Dengan banderol harga yang seringkali berada di kisaran Rp 500.000-an (untuk varian Pro) pada promo akhir tahun 2025, ia menawarkan layar TFT 0,85 inci yang fungsional.

Bagi banyak pengguna muda, layar ini adalah fitur killer. Bukan hanya sekadar menampilkan jam atau persentase baterai, layar kecil ini bisa dikustomisasi menggunakan software bawaan untuk menampilkan gambar GIF animasi. Minggu ini, media sosial TikTok dan Instagram Reels dibanjiri konten pengguna yang memamerkan keyboard Ajazz mereka dengan animasi karakter anime atau meme lucu yang bergerak di pojok kanan atas keyboard.

"Awalnya saya mau beli yang merek sebelah (Aula), tapi harganya naik terus karena gaib (langka). Pas lihat Ajazz AK820 Pro fiturnya sama, ada layar, ada knob, tapi harga lebih murah 200 ribu, ya jelas saya ambil ini. Sisa uangnya bisa buat beli mousepad bagus," ungkap Dimas, seorang mahasiswa DKV di Jakarta Selatan, yang baru meminang varian warna White Grey.

Kualitas Suara: Karakter "Clacky" yang Renyah

Jika Aula F75 dikenal dengan suara "Thocky" (berat dan bulat), Ajazz AK820 memiliki profil suara yang sedikit berbeda namun memiliki penggemar fanatiknya sendiri. Berdasarkan ulasan para tech-influencer yang rilis minggu ini, Ajazz AK820 cenderung memiliki karakter suara "Clacky" atau "Poppy"—suara yang lebih tinggi, renyah, dan terdengar seperti butiran hujan yang jatuh di atap kaca.

Hal ini disebabkan oleh konstruksi internalnya. Meskipun sama-sama menggunakan sistem Gasket Mount (bantalan empuk) dan pelat Polycarbonate (PC) yang memiliki potongan flex-cut, racikan busa peredam (foam) pada Ajazz membuatnya terdengar lebih "terbuka".

Varian switch bawaan yang paling banyak dipuji adalah Ajazz Gift Switch dan Flying Fish Switch. Kedua switch linear ini datang dengan kondisi factory lubed yang sangat konsisten. Batangnya stabil, minim goyang (wobble), dan memberikan respon balik yang cepat, membuatnya sangat nyaman digunakan untuk mengetik cepat maupun bermain game kompetitif.

Varian Non-Pro: Raja Baru di Bawah 400 Ribu

Selain varian Pro (Wireless + Layar), berita pasar minggu ini juga menyoroti varian Ajazz AK820 Standar (Wired Only). Varian ini menghilangkan layar dan koneksi nirkabel, namun tetap mempertahankan kualitas bodi, gasket mount, dan switch premiumnya.

Harganya? Sangat agresif, seringkali menyentuh angka Rp 300.000-an. Di segmen ini, Ajazz AK820 Wired berhadapan langsung dengan Zifriend ZA68. Namun, Ajazz memiliki keunggulan pada layout 75% yang lebih lengkap (masih ada tombol F-row terpisah) yang seringkali lebih dibutuhkan oleh para pekerja kantoran dan mahasiswa untuk akses cepat tombol refresh (F5) atau rename (F2).

Keberadaan varian kabel ini membuat Ajazz AK820 mendominasi dua segmen sekaligus: segmen "pencari layar murah" lewat varian Pro, dan segmen "pemula total" lewat varian standar. Strategi "jepit atas bawah" inilah yang membuat stoknya seringkali menipis di gudang distributor Jakarta.

Desain dan Estetika: Simpel tapi Elegan

Secara fisik, Ajazz AK820 dipuji karena desain casing-nya yang bersih (clean). Tidak banyak sudut tajam yang agresif layaknya keyboard gaming jadul. Knob volumenya terbuat dari logam dengan tekstur knurling yang memberikan sensasi putar yang taktil dan premium.

Warna-warna yang ditawarkan pun sangat relevan dengan tren setup meja 2025 yang serba minimalis atau pastel. Varian warna Purple (ungu muda) dan Starry Blue menjadi favorit kaum hawa, sementara varian Retro Grey menjadi incaran mereka yang menyukai tampilan klasik ala komputer IBM tahun 90-an namun dengan fitur modern.

Kelemahan yang Masih Ditolerir

Tentu tidak ada produk yang sempurna. Dalam diskusi forum komunitas minggu ini, beberapa pengguna mengeluhkan soal perangkat lunak (software) Ajazz yang antarmukanya masih terasa sedikit kaku dan kadang sulit mendeteksi perangkat jika tidak menggunakan kabel bawaan. Selain itu, layar TFT-nya memiliki sudut pandang (viewing angle) yang terbatas; warnanya bisa terlihat pudar jika dilihat dari sudut yang terlalu miring.

Namun, mayoritas pengguna sepakat bahwa kekurangan-kekurangan minor tersebut sangat bisa dimaafkan mengingat harganya. "Kita bayar 500 ribu dapat fitur keyboard 1,5 juta. Kalau software-nya agak buggy sedikit, ya wajar lah, yang penting hardware-nya solid," tulis seorang moderator grup Mechanical Keyboard Indonesia.

Kesimpulan: Kuda Hitam yang Menjadi Juara Rakyat

Menutup tahun 2025, Ajazz AK820 Pro membuktikan bahwa inovasi tidak harus mahal. Ia mendemokratisasi fitur layar yang dulunya eksklusif, memaksanya menjadi fitur umum yang bisa dinikmati semua orang.

Bagi Anda yang sedang mencari kado tahun baru atau ingin mengganti keyboard kantor yang berisik, Ajazz AK820 adalah pilihan yang paling masuk akal saat ini. Ia memberikan keseimbangan sempurna antara estetika visual (layar), kenyamanan mengetik (gasket mount), dan kesehatan dompet. Jika Aula adalah rajanya suara, maka Ajazz adalah rajanya fitur visual di kelas harga terjangkau.

Sumber Berita: Pantauan Marketplace Tokopedia/Shopee & Review Kanal Teknologi Youtube Indonesia (Desember 2025)

Adinda salsabilla, 7024210004 FIkom universitas pancasila