PEMILU DAN PILPRES Aiman Witjaksono Mengaku Dicecar 60 Pertanyaan Saat Diklarifikasi Selama 5,5 Jam
DKYLB.COM (6/12/2023) – Juru Bicara (Jubir) Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud Md, Aiman Witjaksono, mengaku menjawab 60 pertanyaan selama 5,5 jam saat menjalani klarifikasi terkait laporan polisi tudingan netralitas Polri di Polda Metro Jaya, Selasa (5/12/2023).
“Tadi sebagian bukti sudah diserahkan ke penyelidik. Jadi berita acara klarifikasi sudah saya jawab, ada sekitar 60 pertanyaan, sekitar 5,5 jam. Tadi ada istirahat juga untuk ishoma dan kemudian alhamdulillah malam ini selesai,” ujar Aiman kepada wartawan, Selasa (5/12/2023).
Namun Aiman tidak merinci lebih jauh apa saja pertanyaan yang ditanyakan itu.
Dia hanya menyebutkan polisi mengajukan pertanyaan perihal pernyataannya yang berujung laporan.
“Ya materi-materinya tentu penyelidik ya yang kemudian nanti bisa menjelaskan,” ucapnya.
Baca Juga: Soal Kabar Intimidasi Pentas Seni Butet Kartaredjasa di TIM, Begini Kata Polda Metro
“Kita berharap demokrasi tetap tumbuh di negeri kita untuk kemudian kita terus kembangkan, jangan sampai tergerus apa lagi runtuh,” tandasnya.
Sebelumnya, Aiman tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.12 WIB didampingi oleh tim kuasa hukumnya, yang turut dihadiri Ronny Talapessy, Wakil Direktur Hukum dan Advokasi TPN.
“Pagi ini kami dari penasihat hukum saudara Aiman memenuhi panggilan dari penyidik atas 6 laporan yang ditujukan kepada saudara Aiman,” ujar Ronny kepada wartawan, Selasa (5/12/2023).
“Hari ini kita akan menyampaikan surat kuasa, kemudian akan mengikuti segala proses dan taat terhadap hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” lanjutnya.
Aiman menyebutkan apa yang dikatakannya perihal tudingan itu merupakan informasi yang diperoleh. Dia berharap, dengan profesinya yang juga jurnalis, bahwa informasi yang diperolehnya soal netralitas Polri itu salah.
“Saya liputan, 22 tahun di lingkungan Polri, dan saya mencintai institusi Polri. Yang saya sampaikan itu untuk mengingatkan dan bukan institusi tapi terkait dengan oknum. Dan saya berharap mudah-mudahan informasi yang saya terima salah. Bagian dari mengingatkan,” kata Aiman.
“Tapi apapun itu, saya sebagai warga negara tentu akan patuh dan taat terhadap hukum, terhadap Undang-undang yang berlaku,” tandasnya. (*)

