X

DUNIA KERJA Media Sosial Dongkrak Penjualan V.Speedshop, UMKM Lokal Ini Raup Pelanggan hingga Luar Pulau

11 November 2025 22:30 | Oleh Tim DKYLB 01

Media Sosial Dongkrak Penjualan V.Speedshop, UMKM Lokal Ini Raup Pelanggan hingga Luar Pulau

Jakarta – Pemanfaatan media sosial terbukti mampu mendongkrak penjualan pelaku usaha kecil. Hal ini dialami oleh V.Speedshop, usaha yang bergerak di bidang penjualan baut titanium motor, yang dikelola oleh Upi. Melalui keaktifan di platform seperti Instagram dan TikTok, omzet usaha tersebut meningkat signifikan dan berhasil menjangkau pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Pengaruhnya besar banget. Sejak aktif di media sosial kayak Instagram sama TikTok, penjualan naik lumayan jauh. Banyak yang awalnya cuma lihat konten, terus nanya di DM, ujung-ujungnya beli,” ujar Upi saat ditemui tim kami.

Sebelum menggunakan media sosial, pelanggan V.Speedshop sebagian besar berasal dari sekitar bengkel. Namun kini, pesanan datang dari luar kota hingga luar pulau. Hampir setiap hari, ada saja pembeli yang melakukan pemesanan melalui pesan langsung atau marketplace.

Menurut Upi, media sosial memiliki banyak keunggulan dibanding promosi konvensional. “Biayanya murah banget, bahkan kadang gratis asal rajin bikin konten. Jangkauannya juga luas, orang dari mana aja bisa lihat produk kita. Sekarang media sosial udah kayak etalase utama buat usaha saya,” jelasnya.

Strategi Konten dan Tantangan di Dunia Digital

Untuk menarik perhatian pelanggan, Upi menerapkan strategi sederhana namun konsisten: menampilkan konten menarik dengan kualitas visual yang baik. Ia rutin mengunggah foto dan video baut titanium dengan tampilan detail, video pemasangan, serta before–after hasil modifikasi.

“Konten saya bikin sendiri pakai HP. Kadang dibantu teman, soalnya saya lebih tahu angle yang cocok buat anak motor. Kalau lagi ada event baru pakai fotografer,” tuturnya.

Meski begitu, ia mengakui ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pemasaran digital, seperti perubahan algoritma media sosial, persaingan harga, dan keterbatasan waktu. “Kadang udah rajin upload tapi engagement-nya turun. Persaingan juga makin ketat, jadi harus pintar bikin konten biar tetap beda dan menarik,” tambahnya.

Dampak Ekonomi bagi Keluarga dan Lingkungan Sekitar

Pemanfaatan media sosial tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga berdampak positif pada kesejahteraan keluarganya. “Sejak promosi di media sosial, orderan hampir tiap hari. Pendapatan naik, jadi bisa bantu kebutuhan keluarga lebih lancar,” ujar Upi.

Menariknya, kesuksesan Upi juga menginspirasi masyarakat sekitar. “Awalnya banyak yang heran, kok jual baut aja sampai di-Instagram-in. Tapi setelah lihat hasilnya, banyak yang dukung. Sekarang malah ada teman dan tetangga yang minta diajarin cara promosi online,” katanya sambil tersenyum.

Harapan untuk Dukungan Pemerintah

Sebagai pelaku UMKM, Upi berharap pemerintah dapat memberikan lebih banyak pelatihan dan pendampingan agar pelaku usaha kecil bisa memanfaatkan media sosial secara maksimal. “Banyak yang punya produk bagus tapi nggak tahu cara promosiin secara online. Kalau ada pelatihan bikin konten, ngatur iklan, sampai baca insight, pasti bantu banget,” harapnya.

Selain pelatihan, ia juga mengusulkan adanya subsidi biaya iklan atau kerja sama dengan platform digital agar UMKM lokal bisa menjangkau pasar lebih luas. “Dukungan seperti itu nggak cuma bantu jualan, tapi juga bisa ningkatin ekonomi masyarakat sekitar,” tutup Upi.


Penulis: Diovino arsyil