DUNIA KERJA Ritme Kota di Atas Motor: Potret Kehidupan Driver Ojol Jakarta
Jakarta, 08 November 2025 Narasumber dalam wawancara ini adalah seorang pengemudi Grab yang telah bekerja selama lebih dari satu tahun. Ia memilih profesi ini sebagai tambahan penghasilan karena ia masih berstatus mahasiswa.
Wawancara ini membahas kondisi kerja pengemudi ojek online, termasuk fluktuasi pendapatan, sistem tarif, serta perubahan situasi sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Narasumber mengaku pekerjaan ini tidak selalu memberikan kestabilan ekonomi, terutama dengan sistem yang sangat bergantung pada jumlah pesanan dan kondisi pasar.
Pandemi Covid-19 membawa perubahan besar pada berbagai sektor pekerjaan, termasuk bagi pengemudi ojek online seperti Grab. Sebelum pandemi, profesi ini menawarkan penghasilan yang cukup stabil dengan sistem kerja fleksibel. Pengemudi bisa mendapatkan tarif minimum sekitar Rp10.000 per pengantaran, dan permintaan layanan tinggi karena aktivitas masyarakat yang padat. GrabBike dan GrabFood menjadi pilihan populer bagi pengguna yang membutuhkan layanan cepat dan efisien di wilayah perkotaan.
Namun setelah pandemi, situasi berubah drastis. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan beralih menjadi pengemudi ojek online, menyebabkan peningkatan jumlah driver secara signifikan. Di sisi lain, tarif per pengantaran justru menurun hingga sekitar Rp6.500. Persaingan semakin ketat, sementara permintaan tidak selalu seimbang dengan jumlah pengemudi yang terus bertambah. Kondisi ini membuat pendapatan menjadi tidak menentu dan menimbulkan tekanan ekonomi bagi sebagian besar mitra.
Selain itu, sistem kerja berbasis aplikasi dinilai semakin menekan. Pengemudi harus menjaga performa tinggi agar tetap mendapat pesanan, meski peluangnya semakin kecil.
Perubahan pola konsumsi masyarakat pasca-pandemi juga turut memengaruhi pendapatan, karena sebagian besar pelanggan kini lebih selektif dalam menggunakan layanan pesan-antar makanan.
“Sebelum covid sih bisa 10.000 per orderan paling minimum, sekarang sih 6.500 turunnya jauh banget” Ucap Nanda selaku pengemudi ojek online sekaligus narasumber yang di wawancarai
Meski menghadapi tantangan tersebut, Nanda sebagai pengemudi tetap berusaha beradaptasi. Salah satu ide yang muncul adalah inovasi pembuatan motor khusus Grab dengan fitur layar navigasi pada bagian speedometer, yang hanya berfungsi untuk aplikasi Grab dan peta. Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa di tengah tekanan ekonomi dan persaingan yang ketat, masih ada keinginan untuk memperbaiki sistem kerja dan menciptakan peluang baru di sektor transportasi digital.
Putri Rachmawati
7024210211

