TERKINI Sisi Gelap di Balik Panggung Hiburan: Dua Mantan Pemain Sirkus Ungkap Dugaan Penyiksaan di Taman Safari Indonesia
DKYLB.COM, Jumat (18/04/2025) - Jakarta, 18 April 2025 – Dunia hiburan Indonesia dikejutkan oleh pengakuan mengejutkan dari dua mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) yang pernah tampil di Taman Safari Indonesia. Kedua perempuan tersebut mengungkapkan pengalaman pahit selama puluhan tahun bekerja di dunia sirkus, termasuk dugaan penyiksaan fisik dan psikis yang mereka alami.
Dalam sebuah pertemuan dengan Kementerian Hukum dan HAM pada 16 April 2025, para korban menceritakan berbagai bentuk kekerasan yang mereka alami. Salah satu korban mengaku pernah disetrum hingga bagian vitalnya, sementara yang lain mengisahkan pernah diikat dengan rantai gajah dan dipaksa memakan kotoran hewan. Mereka juga mengungkapkan bahwa pernah dikurung dalam kandang harimau sebagai bentuk hukuman. Kesaksian ini dibagikan oleh Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, melalui akun Instagram resminya, yang kemudian memicu reaksi luas dari masyarakat.
Tony Sumampouw, pendiri OCI dan juga pemilik Taman Safari Indonesia, membantah tuduhan penyiksaan tersebut. Ia mengakui adanya pemukulan dengan rotan sebagai bentuk disiplin, namun menolak bahwa tindakan tersebut merupakan penyiksaan. Menurutnya, pemukulan dengan rotan adalah hal yang biasa dalam pelatihan sirkus dan tidak dimaksudkan untuk menyakiti. Ia juga membantah adanya penggunaan setrum, dengan menyatakan bahwa jika benar disetrum, korban tidak akan selamat.
Pengakuan para mantan pemain sirkus ini telah memicu gelombang reaksi di media sosial, dengan banyak netizen menyuarakan keprihatinan dan kemarahan atas dugaan perlakuan tidak manusiawi tersebut. Tagar seperti #StopEksploitasiSirkus dan #KeadilanUntukKorban menjadi trending, menunjukkan dukungan luas dari masyarakat untuk para korban dan desakan agar pihak berwenang mengambil tindakan tegas.
Kasus ini membuka tabir sisi gelap di balik gemerlap panggung hiburan sirkus, mengingatkan kita akan pentingnya perlindungan hak asasi manusia dalam industri hiburan. Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari pihak berwenang untuk menindaklanjuti kasus ini dan memastikan keadilan bagi para korban.
Nur ivoni annisa

