X

TERKINI Dibayar Rp 30 Juta Jadi Joki CPNS Kemenkumham Jatim, Mahasiswa Jember Diciduk Polisi

15 November 2023 09:05 | Oleh TB Setyawan

DKYLB.COM (15/11/2023) –  Ada-ada saja akal orang cari duit, di antaranya seperti dilakukan IM, yang jadi joki dalam Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (SKD CPNS) Kemenkumham.

Namun nahas bagi IM perbuatan tercelanya berhasial digagalkan Panitia Daerah Kemenkumham Jatim. Akhirnya IM diserahkan ke kepolisian untuk proses lebih lanjut.

"Upaya perjokian ini dapat diungkap saat proses verifikasi berkas dan pelayanan pin registrasi," ujar Kakanwil Kemenkumham Jatim, Heni Yuwono, Selasa (14/11/2023).

Ketika didalami, IM ternyata merupakan seorang mahasiswa di salah satu kampus di Jember. Dia hendak menjoki seorang peserta SKD CPNS yang berinisial AM, seorang peserta SKD CPNS Kemenkumham asal Jombang.

Baca Juga: Kemenag Usul Biaya Haji Tahun Ini Sebesar Rp105 Juta untuk Dibahas Panja DPR

"AM mendaftar untuk posisi Penjaga Tahanan dan dijadwalkan mengikuti ujian pada sesi ketiga hari ini," terang Heni.

Namun, IM gagal masuk ke lokasi tes yang terletak di Auditorium Politeknik Pelayaran Surabaya.

Kelakuannya yang mencurigakan berhasil diendus panitia saat IM memasuki pos pemeriksaan biometrik dan pin registrasi.

"Sistem menunjukkan notifikasi bahwa data biometrik 'miss match' dengan fisik asli yang bersangkutan," tutur pria asli Kebumen itu.

Hal lainnya, adalah foto di KTP dan Kartu Peserta Ujian menunjukkan ciri fisik yang sedikit gemuk. Sedangkan kenyataannya IM punya perawakan yang cenderung kurus. Panitia pun segera mengamankan mahasiswa semester 7 pada Fakultas Teknik Lingkungan itu.

Baca Juga: Ada 6 Laporan Polisi Terhadap Aiman Wicaksono, Polda Metro Buka Peluang Panggil

"Dari pengakuannya, IM akan mendapatkan imbalan Rp25-30 juta yang diserahkan jika berhasil meloloskan AM," tutur mantan Sekretaris Ditjen Pemasyarakatan itu.

IM mengaku tidak mengenal dan belum pernah bertemu AM sebagai kliennya. Perantaranya adalah temannya yang juga spesialis tes CPNS.

"Dari hasil pendalaman, kami menduga pelaku berjaringan, karena punya banyak teman sesama joki," terang Heni.

Sebagai langkah tegas panitia dalam memberikan sinyal bahwa segala bentuk kecurangan dalam seleksi CPNS tidak akan ditoleransi, Panitia pun menyerahkan IM Polsek Gunung Anyar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Dia juga mengaku sebelumnya juga pernah beraksi sebagai joki seleksi CPNS, namun di instansi lain, tidak di Kemenkumham," ungkap Heni.(*)