X

TERKINI Galang Solidaritas Palestina, Fadli Zon Bertemu Ketua Umum Perkumpulan Ulama Irak

14 November 2023 07:59 | Oleh TB Setyawan

DKYLB.COM (14/11/2023)  - Dalam upaya menggalang dolidaritas untuk Palestina, Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Perkumpulan Ulama Irak, Profesor Sheikh Hamid Abdul Aziz Al-Sheikh Hamd, di Kota Baghdad, Irak, Minggu (12/11/2023). 

Pada pertemuan tersebut, Fadli Zon menyampaikan bahwa Indonesia kerap memberikan dukungan tiada terputus untuk membela Palestina dari kekerasan peperangan yang dilakukan oleh Israel. 

Melalui unjuk rasa yang turut dihadiri sebanyak 2 (dua) juta orang bangsa Indonesia di Jakarta pada waktu lalu, Fadli menegaskan Palestina memiliki hak untuk berdaulat dan merdeka. Sebab itu, okupasi yang dilakukan oleh Israel, nilainya, harus dihentikan secara penuh.

Baca Juga: MF Mahasiswa FMIPA UNY Ternyata Korban Hoax Pelecehan Seksual, Pihak Kampus Segera Pulihkan Nama Baiknya

"Kita berharap Palestina segera berdaulat dan merdeka. Kita juga mengecam tindakan brutal yang dilakukan oleh Israel yang telah banyak memakan korban lebih dari 11.000 orang yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak," ungkap politisi Fraksi Gerindra itu kepada Parlementaria usai pertemuan.

Fadli Zon berharap Profesor Sheikh Hamid Abdul Aziz Al-Sheikh Hamd mendukung upaya pemberhentian peperangan antara Palestina dan Israel. Baginya, dukungan ini menjadi amat penting agar aksi nyata solidaritas untuk Palestina tetap mengalir tanpa henti.

"(Saya berharap) kedua negara khususnya Indonesia dan Irak bisa semakin erat hubungannya. Kami pun saling mendoakan terutama mendukung perjuangan rakyat Palestina dan mendoakan saudara saudara kita yang berada di Palestina," tuturnya.

Fadli Zon berharap kerja sama antar Indonesia dan Irak semakin diperluas, salah satunya menjalin persahabatan dengan tokoh ulama antaragama. 

Baca Juga: Gunung Ili Lewotolok NTT Kembali Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 300 Meter

"Kita berharap juga Sheikh Hamid juga bisa diundang dalam kegiatan Muktamar Islam. Mudah-mudahan dengan pertukaran itu akan semakin mempererat hubungan kedua negara," tandas Fadli. (*)