X

TERKINI Mahasiswa UGM Bikin Camilan Sehat dari Bahan Buah Naga dan Labu Kuning

27 Oktober 2023 06:05 | Oleh TB Setyawan

DKYLB.COM (27/10/2023) –  Terdorong fakta bahwa 20% makanan yang terbuang di Indonesia bersumber dari buah-buahan sementara konsumsi buah masyarakat masih kurang,  Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM melakukan inovasi produk pangan dengan memanfaatkan buah labu kuning dan buah naga merah sebagai produk pangan fungsional.

Tim tersebut beranggotakan Muhammad Attar Gibran, Bernadeta Tresnanira, Trisha Nadira, Divara Hana Vania, dan Azra Syifa dibawah bimbingan Dr. Ir. Didik Purwadi, M.Ec. Attar melakukan inovasi produk pangan dengan memanfaatkan buah labu kuning dan buah naga merah sebagai produk pangan fungsional.

Gibran menyebutkan pemilihan buah labu kuning dan buah naga didasarkan pada faktor melimpahnya ketersediaan kedua buah tersebut yang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

Baca Juga: KPU Umumkan Hasil Tes Kesehatan Bakal Capres-cawapres Hari Ini

Diketahui, buah naga mengandung berbagai jenis antioksidan, termasuk vitamin C, beta-karoten, dan polifenol. Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Kandungan serat yang tinggi dalam buah naga dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol, sedangkan kalium dalam buah naga mendukung tekanan darah yang sehat.

Selain itu, Labu kuning mengandung beta-karoten, pigmen alami yang memberikan warna oranye pada buah ini. Beta-karoten dapat diubah menjadi vitamin A dalam tubuh, yang penting untuk kesehatan mata, kulit, dan sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga: Mahasiswa UGM Kembangkan Kecerdasan Buatan Atasi Masalah Kesepian

Menurut Attar, produk  yang mereka buat dalam bentuk camilan sehat dari buah lokal yang disukai oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Produk yang dinamai SAE Fruit Leather diproduksi menggunakan alat pengering berupa dehydrator agar kandungan nutrisi dari buah tetap terjaga.

“Produk ini dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet sehingga aman dikonsumsi,” papar Gibran dalam keterangan dikutip Jumat (27/10/2023).

Baca Juga: Legislator dan Warga Manggamat Aceh Selatan Suarakan Tolak Mafia Tambang

SAE Fruit Leather memiliki tekstur liat seperti permen dan berbentuk lebar (15 x 25 cm) yang dikemas dalam bentuk 1 gulungan untuk memudahkan penyimpanan. Bentuk lebar dipilih agar konsumen bebas mengkreasikan untuk dikonsumsi bersama dengan es krim, yogurt, atau dibentuk sesuai keinginan.

Produk SAE Fruit Leather ini telah lolos uji keamanan pangan TPC bakteri dan jamur, serta telah melalui uji kandungan gizi.

“Produk  ni sangat cocok untuk dikombinasikan dengan berbagai makanan lainnya, seperti kue, yoghurt, es krim dan lain-lain untuk menambah cita rasa,” jelasnya.

Baca Juga: Nelayan Keluhkan Beli Solar Pakai Aplikasi, Legislator: Kebijakan Jangan Persulit Rakyat

Attar berharap produk ini dapat ikut membantu memenuhi asupan serat dan mikronutrien bagi generasi muda, membantu menciptakan perekonomian yang berkelanjutan bagi para petani buah naga dan labu kuning. (*)