X

TERKINI Purbaya Ancam Bekukan Ditjen Bea Cukai Jika Tak Benahi Kinerja

01 Desember 2025 08:45 | Oleh Tim DKYLB 01

DKYLB.com Senin, (01/12/2025)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan membekukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) jika tidak memperbaiki kinerja dalam menjaga pengamanan dan operasional arus barang dari luar maupun dalam negeri di wilayah perbatasan.

Hal tersebut dia ungkapkan usai melakukan rapat internal dengan para pejabat otoritas kepabeanan tersebut. Dalam pertemuan itu, Purbaya memberitahu jika bea cukai saat ini memiliki citra negatif di masyarakat dan pimpinan negara.

"Saya bilang ke mereka--saya sudah minta waktu ke Presiden 1 tahun untuk tidak diganggu dulu. Saya bereskan waktu saya untuk memperbaiki bea cukai, karena ini ancaman serius," ujar Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Jika dalam kurun waktu tersebut tidak kunjung dibenahi, Purbaya mengancam akan membekukan bea cukai, dengan opsi mengganti dengan operator swasta SGS (Société Générale de Surveillance).

SGS Group merupakan perusahaan multinasional yang berasal dari Swiss. Perusahaan itu menyediakan layanan inspeksi, verifikasi, pengujian, dan sertifikasi terkemuka global, dengan jaringan kantor yang banyak di belahan dunia.Kalau bea cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, bea cukai bisa dibekukan, diganti dengan SGS seperti zaman dulu lagi," tegas Purbaya.

"Kalau dia gagal memperbaiki, [bisa-bisa] nanti 16 ribu orang pegawai bea cukai dirumahkan."

Belakangan, kinerja petugas bea cukai memang sempat menjadi sorotan, salah satunya terkait tuduhan menerima suap atau gratifikasi pakaian barang ilegal atau thrifting sekitar Rp500 juta/kontainer.

Hal itu diungkapkan oleh kumpulan pedagang pakaian bekas impor atau thrifting saat menyambangi Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR, belum lama ini. 

Salah satu perwakilan pedagang bernama Rifai Silalahi menyatakan jika mayoritas pakaian bekas impor bisa masuk ke Tanah Air secara ilegal dengan praktik suap.

Dia mengatakan bahwa terdapat sejumlah oknum yang turut memfasilitasi alur masuk pakaian bekas ilegal, dengan patokan harga sekitar Rp550 juta/kontainer untuk masuk ke dalam negeri.

"Kalau yang ilegal itu kurang lebih Rp550 juta/kontainer melalui pelabuhan. Kalau biaya masuk ke mana, mungkin gini Pak, bukan rahasia umum lagi," kata Rifai. "Barang itu bisa masuk tidak sekonyong-konyong sampai ke Indonesia ini terbang sendirinya, Pak. Artinya ini ada yang memfasilitasi."

Di sisi lain, Purbaya sebelumnya juga penrah mengungkapkan banyaknya keluhan tertuju pada kalangan petugas bea cukai lewat saluran platform hotline 'Lapok Pak Purbaya' yang diluncurkan pada pertengahan Oktober lalu.

Tak sampai dua hari peluncuran hotline tersebut, dia langsung membacakan berbagai keluhan yang mengarah ke salah satu Direktorat Jenderal Kemenkeu itu.

"Saya mau melaporkan setiap hari melihat petugas bea cukai nongkrong di Starbucks lengkap dengan laptop, dan mereka meeting dengan sesama petugas lain. Orang-orang ini seharian di sini," ujar Purbaya saat membacakan pesan itu kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Merespons aduan itu, Purbaya langsung mempertanyakan kepada Direktorat Jenderal terkait untuk segera ditindaklanjuti, sekaligus memberikan peringatan kepada petugas lain agar bekerja secara maksimal.

(GINNA ROUDLOTUL JANNAH)

SUMBER BERITA DIANTARA: SINDO.NEWS DAN BLOOMB TECHNOZ