X

TERKINI Jokowi: Uang Dana Desa Gede Banget, Bisa Bangun Ratusan Bandara dan Bendungan Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: Uang Dana

03 Januari 2024 19:42 | Oleh Tim DKYLB 01

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, jumlah uang dana desa yang disalurkan pemerintah sejak 2015 hingga saat ini telah mencapai Rp 539 triliun. Menurutnya, jika jumlah itu dikonversikan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, maka jumlahnya sangat besar.

Sebagai contoh, untuk membangun sebuah bandara, Presiden menyebut menghabiskan anggaran Rp 2 triliun untuk ukuran sedang. “Lha niki berarti dadi kiro-kiro 250 airport gedhe (jadi kalau memakai dana desa bisa kira-kira membangun 250 airport ukuran besar)," ujar Jokowi bertemu dengan para kepala desa se-Kabupaten Banjarnegara di Desa Pagak, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada Rabu (3/1/2024) sebagaimana dilansir siaran pers Sekretariat Presiden.

Sementara itu, Presiden mengatakan, untuk membangun sebuah bendungan anggaran yang dibutuhkan berkisar antara Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun. "Berarti dadi (jadi) kira-kira 400 bendungan, waduk kalau dijadikan. Artinya uang (dana desa) itu gede sekali,” tegas Jokowi. Presiden juga turut menyinggung pembangunan jalan yang telah dilakukan pemerintah. Hingga kini, jumlah jalan desa yang telah terbangun di seluruh Indonesia mencapai 350.000 kilometer. Menurutnya, total panjang jalan desa yang terbangun, lebih panjang dibandingkan dengan total panjang jalan tol yang terbangun.

“Jalan tol enggak ada apa-apanya, hanya 2.040 kilometer, jalan desa 350 ribu kilometer karena kita memiliki 74.800 desa di seluruh Tanah Air ini. Kalau 1 desa saja 5 kilometer, berarti kali 75 (ribu) berarti sudah 350 ribu jalan desa,” paparnya.

Oleh karena itu, Kepala Negara berharap agar penggunaan dana desa ke depannya dapat digunakan dan dikelola untuk semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebagai contoh, Presiden menyebut dalam membangun infrastruktur desa, seharusnya tidak membeli bahan-bahan bangunan dari luar daerahnya guna menjaga perputaran uang di desa.

“Oleh sebab itu sering saya ucapkan bolak-balik, beli batu batanya lokal di desa atau paling jauh di kecamatan, jangan diberi anggaran dana desa misalnya Rp 1,5 miliar belonjone teng (belanja bahannya di) Jakarta," kata Jokowi. "Ketok e luweh murah (kelihatannya lebih murah) tapi perputaran uang jadi berpindah dari desa ke Jakarta balik lagi uangnya,” jelasnya. Oleh sebab itu, Presiden mengimbau agar kegiatan perekonomian di sebuah dasa dapat mendorong peredaran dan perputaran uang di wilayahnya masing-masing.

 

Meisya Ayu Saputri - (7022210133)


Resmi! BTS Akan Gelar Konser Spektakuler di Jakarta Akhir Desember 2026

Grup idol K-Pop asal Korea Selatan, BTS, kembali menjadi sorotan setelah diumumkan akan menggelar konser di Jakarta pada 26–27 Desember 2026. Kabar ini langsung disambut antusias oleh para penggemar, khususnya ARMY Indonesia, mengingat konser tersebut menjadi bagian dari World Tour BTS setelah masa hiatus panjang. Kehadiran BTS di akhir tahun 2026 tidak hanya menjadi momen yang dinantikan penggemar, tetapi juga diprediksi menjadi salah satu konser musik terbesar yang pernah digelar di Indonesia.

14 Januari 2026 16:30 | hiburan

Kecelakaan Lalu Lintas di Cisalak Sebabkan Rambu Rusak

Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Cisalak dan mengakibatkan rambu lalu lintas rusak setelah tertabrak kendaraan. Insiden ini sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

14 Januari 2026 23:54 | terkini

Kebakaran Terjadi di Mall AEON Tanjung Barat, Pengunjung Sempat Panik

Insiden kebakaran dilaporkan terjadi di Mall AEON Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Asap sempat terlihat keluar dari salah satu area mall sehingga memicu kepanikan pengunjung. Petugas keamanan dan pemadam kebakaran segera melakukan penanganan untuk mengamankan situasi.

14 Januari 2026 23:47 | internet

Upaya Pengendalian Emisi Jadi Kunci Perbaikan Lingkungan Perkotaan

Upaya pengendalian emisi dinilai menjadi langkah penting dalam mengatasi polusi udara di perkotaan. Kebijakan pemerintah, pengawasan industri, serta peran aktif masyarakat saling berkaitan dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan publik.

14 Januari 2026 23:20 | terkini